Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

BI: Berkembang Pesat, Perusahaan "Fintech" Ingin Diatur dan Diawasi

Kompas.com - 14/11/2016, 16:34 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Indonesia (BI) menyatakan jumlah perusahaan penyedia layanan keuangan berbasis teknologi atau financial technology (fintech) kian bertambah.

Fintech pun memberikan berbagai kemudahan bagi masyarakat dalam mengakses layanan keuangan kapan saja dan di mana saja.

Deputi Gubernur BI Ronald Waas mengakui, pertumbuhan fintech saat ini sangat cepat dan rata-rata pelaku usahanya adalah generasi muda. Bank sentral pun menaruh perhatian yang sangat besar terhadap perkembangan fintech,

"Jumlah pelaku fintech yang datang ke kami minggu lalu ada 96, sekarang 120. Pertumbuhannya cepat sekali dan mereka pernah kami atur pertemuan dengan Gubernur BI," ungkap Ronald di sela-sela acara peresmian BI Fintech Office di Jakarta, Senin (14/11/2016).

Dalam pertemuan dengan bank sentral, imbuh Ronald, perusahaan-perusahaan fintech tersebut pada dasarnya merupakan pihak yang meminta untuk diatur dan diawasi oleh regulator.

Lalu, apa saja yang sebenarnya ingin diatur? "Mereka ini anak-anak muda yang kreatif dan inovatif. Mereka minta diatur, terutama dari pengamanan, perlindungan konsumen, dan lain-lain," ungkap Ronald.

Ronald mengungkapkan, pengaturan yang ditetapkan regulator bukan untuk membatasi pertumbuhan fintech, namun justru agar dapat berkembang lebih pesat.

Berbagai insentif, ungkap dia, pun sudah diberikan kepada perusahaan fintech. "Saya rasa ketidakharusan izin sudah bagian dari insentif. Mereka boleh beroperasi secara terbatas, apakah konten kederahan dan zona itu sudah masuk insentif dari regulator," jelas Ronald.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Reli Wall Street Terhenti, Nasdaq Turun dari Level Tertinggi Sepanjang Masa

Reli Wall Street Terhenti, Nasdaq Turun dari Level Tertinggi Sepanjang Masa

Whats New
Belanja Jadi Tenang dengan Shopee Garansi Tepat Waktu, Jaminan Pesanan Sampai Sesuai Jadwal

Belanja Jadi Tenang dengan Shopee Garansi Tepat Waktu, Jaminan Pesanan Sampai Sesuai Jadwal

Whats New
OJK Cabut Izin Usaha BPR Aceh Utara

OJK Cabut Izin Usaha BPR Aceh Utara

Whats New
JR Connexion Rute PIK 2-Sedayu City Beroperasi, Simak Tarif dan Jam Operasionalnya

JR Connexion Rute PIK 2-Sedayu City Beroperasi, Simak Tarif dan Jam Operasionalnya

Spend Smart
Produsen Sebut Stok Beras di Penggilingan Masih 50 Persen

Produsen Sebut Stok Beras di Penggilingan Masih 50 Persen

Whats New
Cerita Rengkuh Banyu Mahandaru, Bangun Bisnis Kemasan Ramah Lingkungan ‘Plepah’

Cerita Rengkuh Banyu Mahandaru, Bangun Bisnis Kemasan Ramah Lingkungan ‘Plepah’

Smartpreneur
[POPULER MONEY] Kemenaker Gagalkan Keberangkatan 8 TKI Ilegal | Asosiasi Guru Tolak Program Makan Siang Gratis Pakai Dana BOS

[POPULER MONEY] Kemenaker Gagalkan Keberangkatan 8 TKI Ilegal | Asosiasi Guru Tolak Program Makan Siang Gratis Pakai Dana BOS

Whats New
Ancaman Inflasi Pangan di Depan Mata Perlu Segera Diatasi

Ancaman Inflasi Pangan di Depan Mata Perlu Segera Diatasi

Whats New
Bapanas Tegaskan HET Beras Tak Akan Diubah

Bapanas Tegaskan HET Beras Tak Akan Diubah

Whats New
Jokowi Perkirakan Harga Beras Bakal Turun Bulan Depan

Jokowi Perkirakan Harga Beras Bakal Turun Bulan Depan

Whats New
Bos Bapanas Klaim Harga Beras di Pasar Sudah Turun Jadi Rp 14.000/Kg

Bos Bapanas Klaim Harga Beras di Pasar Sudah Turun Jadi Rp 14.000/Kg

Whats New
Tarif di 5 Gerbang Tol Makassar Bakal Naik, Ini Rinciannya

Tarif di 5 Gerbang Tol Makassar Bakal Naik, Ini Rinciannya

Whats New
Resmi, Kemendag Keluarkan Izin Tambahan Impor Beras 1,6 Juta Ton

Resmi, Kemendag Keluarkan Izin Tambahan Impor Beras 1,6 Juta Ton

Whats New
Mendagri Beberkan Alasan Harga Beras RI Lebih Mahal dari Singapura

Mendagri Beberkan Alasan Harga Beras RI Lebih Mahal dari Singapura

Whats New
Pemerintah Bantah Harga Beras Meroket Gara-gara Permainan Kartel

Pemerintah Bantah Harga Beras Meroket Gara-gara Permainan Kartel

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com