Kalla Group Siap Bangun Terminal Regasifikasi LNG Senilai Rp 10 Triliun

Kompas.com - 14/11/2016, 17:37 WIB
Ilustrasi Penyimpanan LNG ThinkstockIlustrasi Penyimpanan LNG
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bumi Sarana Migas, yang merupakan anak usaha Kalla Group, siap membangun proyek LNG Receiving and Regasification Terminal yang berkapasitas 500 mmscfd (kurang lebih 4 juta ton) di Bojonegara, Banten.

Nilai investasi diestimasi mencapai Rp 10 triliun, yang sepenuhnya akan dibiayai oleh pemegang saham serta pinjaman dari lembaga keuangan Jepang, baik milik pemerintah maupun perbankan Jepang.

Juru bicara PT Bumi Sarana Migas, Nanda Sinaga, mengatakan fasilitas tersebut dibangun untuk mengantisipasi defisit gas di Jawa bagian barat. Rencana pembangunan proyek ini sejalan dengan keinginan pemerintah, agar perusahaan swasta mau berpartisipasi dalam pembangunan infrastruktur.

Terminal Regasifikasi LNG di Bojonegara, Banten ini merupakan gagasan dari Kalla Group yang kemudian ditawarkan kerjasama kepada PT Pertamina (Persero) pada tahun 2013.

Proyek infrastruktur ini akan dibangun dengan tingkat kehandalan yang tinggi serta kompetitif dibanding dengan terminal sejenis yang ada di Indonesia dan di regional.

“Kami memiliki lahan yang sangat cocok untuk proyek infrastruktur tersebut karena lahan kami berada di tepi pantai laut dengan kedalaman yang cukup serta di depan pulau sebagai pelindung ombak untuk disandari oleh kapal LNG terbesar sekelas Q-Flex dan Q-Max,” jelas Nanda dalam penjelasan resminya, Senin (14/11/2016).

Ketertarikan Kalla Group dalam membangun proyek ini diawali oleh data Kementerian ESDM dan kajian Wood MacKenzie mengenai Outlook Suplai Gas tahun 2013 – 2030. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Data tersebut menunjukan bahwa Jawa bagian Barat akan mengalami defisit neraca gas yang disebabkan oleh berkurangnya dan akan habisnya (depletion) cadangan gas dari Sumatera serta meningkatnya permintaan akan kebutuhan gas.

Setelah melalui diskusi dan kajian bisnis, selanjutnya diputuskan untuk menunjuk salah satu konsultan teknik dari Jepang dalam merancang bangun Terminal Regasifikasi LNG.

Hasil kajian konsultan teknik menunjukan bahwa lokasi tersebut sangat ideal untuk dimanfaatkan sebagai terminal regasifikasi LNG di darat


Proyek Terminal Regasifikasi LNG Darat dengan investasi sekitar Rp. 10 Triliun ini  Dukungan dan kesiapan Lembaga Keuangan Jepang ini, ikut memberikan kemampuan kepada Terminal, untuk melayani kebutuhan gas bagi masyarakat luas dengan biaya regasifikasi yang lebih murah, dibanding fasilitas regasifikasi yang ada pada saat ini. Dengan demikian, proyek ini akan sejalan dengan rencana pemerintah untuk menurunkan harga gas dalam negeri.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.