Ada "Trump Effect", Ditjen Pajak Masih Percaya Konglomerat Tetap Bawa Pulang Hartanya ke Indonesia

Kompas.com - 14/11/2016, 21:29 WIB
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorM Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak tidak terlalu khawatir dengan dampak terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat atau Trump Effect.

Direktur Pelayanan dan Penyuluhan (P2) Humas Ditjen Pajak Hestu Yoga Saksama meyakini Trump Effect yang berdampak kepada ekonomi global tidak akan membuat para konglomerat yang ikut tax amnesty batal membawa pulang hartanya ke Indonesia.

"Enggak lah (tetap akan membawa pulang harta)," ujar Yoga usai menghadiri acara kick off sosialisasi tax amnesty di Balaikota, Jakarta, Senin (14/11/2016).

Ia sendiri tidak mau berkomentar lebih lanjut mengenai efek kemenangan Trump dalam Pemilihan Presiden Amerika Serikat (AS). Meski begitu, ia mengingatkan bahwa ada konsekuensi bila wajib pajak yang sudah menyerahkan Surat Pernyataan Harta (SPH) tax amnesty tidak jadi membawa pulang hartanya ke Indonesia.

"Ada ketentuannya kalau enggak jadi direpatriasi akhirnya mereka akan (ada sanksi berdasarkan) Pasal 13. Ada sanksi berupa penghasilan tahun 2016 dikenakan tarif normal," kata Yoga.

Trump Effect telah menyebabkan para investor menarik dananya di berbagai belahan dunia untuk dialihkan ke pasar keuangan dan pasar modal AS, tidak terkecuali di Indonesia.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia juga tak luput dari efek tersebut. Pada Jumat (11/11/2016), indeks ditutup di level 5.289, anjlok 161 poin dibandingkan penutupan sehari sebelumnya.

Keluarnya dana dari pasar modal Indonesia ke AS membuat permintaan terhadap dollar AS pun meningkat sehingga mata uang Paman Sam itu menguat terhadap rupiah. Kurs rupiah pada perdagangan di pasar spot antarbank Jakarta (Jisdor) sejak Kamis (10/11/2016), mengalami pelemahan.

Bahkan nilai tukar rupiah sempat anjlok ke angka Rp 13.800 per dollar AS sebelum akhirnya Bank Indonesia melakukan intervensi ke pasar.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.