Pinjaman dari SMI untuk Tol Trans Sumatera Masih Kurang

Kompas.com - 16/11/2016, 18:19 WIB
Kondisi proyek pembangunan Tol Trans Sumatera Ruas Medan-Binjai, Senin (29/2/2016). Arimbi Ramadhiani/Kompas.comKondisi proyek pembangunan Tol Trans Sumatera Ruas Medan-Binjai, Senin (29/2/2016).
|
EditorM Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Keuangan PT Hutama Karya (Persero) Anis Anjayani mengatakan, dari kebutuhan pinjaman (loan) Rp 29,23 triliun untuk proyek jalan tol trans Sumatera (delapan ruas), PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) baru mampu memenuhi sebesar Rp 15,6 triliun.

Pinjaman tersebut merupakan pinjaman dari SMI berupa sindikasi dengan perbankan untuk empat ruas yaitu Medan-Binjai, Palembang-Indralaya, Pekanbaru - Dumai, dan Bakauheni-Terbanggi Besar.

Adapun yang masih dalam penjajakan yakni ruas Pekanbaru-Dumai. "Nanti SMI akan sindikasi dengan perbankan nasional," kata Anis di Jakarta, Rabu (16/11/2016).

Anis menyebutkan, total investasi delapan ruas tol trans Sumatera mencapai Rp 81,2 triliun, dengan porsi ekuitas sebesar 64 persen atau sekitar Rp 51,97 triliun. Sementara sisanya itu, adalah porsi pinjaman sebesar Rp 29,23 triliun.

Hutama Karya mendapatkan penugasan untuk membangun proyek tol trans Sumatera. Berdasarkan Peraturan Presiden 117/2015 juncto 100/2014 tentang Percepatan Pembangunan Jalan Tol di Sumatera, kedelapan ruas didahulukan atau menjadi prioritas dengan target pengoperasian selambat-lambatnya 2019.

Selain empat ruas tol diatas, ruas tol berikutnya yakni Terbangi Besar-Pematang Panggang (100 km), Pematang Panggang-Kayu Agung (85 km), Palembang-Tanjung Api-api (90 km), dan Tebing Tinggi-Kisaran (60 km).

Meski belum menyelesaikan pembiayaan untuk empat ruas, Anis menegaskan saat ini SMI tengah berupaya membuktikan bisa menyelesaikan penugasan dari pemerintah tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Setelah terbangun, mungkin (proyek) ini akan menjadi tolok ukur perbankan nasional, untuk membiayai ruas berikutnya," kata Anis.

Lebih lanjut, Anis berharap tahun 2017 ada dua ruas yang bisa dioperasikan, yaitu Medan-Binjai dan Palembang-Indralaya.

Saat ini, progress pembangunan tanah ruas Medan-Binjai sudah mencapai 83,9 persen. Sementara itu, progress konstruksinya mencapai 35,1 persen.

Adapun progess tanah ruas Palembang-Indralaya mencapai 83,1 persen, dan konstruksinya mencapai 35,9 persen.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.