Moch S. Hendrowijono
Pengamat Telekomunikasi

Mantan wartawan Kompas yang mengikuti perkembangan dunia transportasi dan telekomunikasi.

Jakarta ke Surabaya 6 Jam Naik KA

Kompas.com - 21/11/2016, 10:54 WIB
Shinkansen, kereta tercepat di Jepang KOMPAS.COM/CHRISTINA ANDHIKA SETYANTIShinkansen, kereta tercepat di Jepang
EditorTri Wahono

IMPIAN Bangsa Indonesia memiliki transportasi kereta api supercepat seperti halnya TGV (train a grande vitesse – Perancis) atau Shinkansen Jepang yang melaju di atas 350 km per jam, barangkali tak akan terwujud. Biaya yang sangat besar tak mungkin ditanggung APBN ataupun swasta lokal karena untuk mencapai titik impasnya sangat panjang.

Namun dimulainya pembangunan KA cepat Jakarta – Bandung oleh PT KCIC (Kereta Cepat Indonesia China) cukup menghibur, walau kecepatannya tak akan sampai 300 km/jam. KA ini akan beroperasi di jarak sekitar 146 km antara Bandara Halim Perdanakusumah (Jakarta Timur) ke Tegalluar, Gedebage, Bandung timur dalam waktu 90 menitan.

KA kecepatan sedang – istilah yang tidak dikenal di perkeretaapian Indonesia – antara Jakarta dan Surabaya sepanjang 685 km yang kini sedang dalam studi teknis, diharapkan terwujud pada 2019. Dengan kecepatan maksimum 165 km per jam, KA ini direncanakan akan menempuh perjalanan selama 5 sampai 6 jam, jauh lebih baik dari KA Argo Anggrek di atas 10 jam, tercepat saat ini.

Proyek KCIC akan membuat jalur baru lewat kawasan perkebunan teh Walini. Sementara KA Jakarta – Surabaya akan menggunakan jalur lama yang sudah berusia lebih dari 100 tahun antara stasiun Gambir (Jakarta Pusat) sampai stasiun Pasarturi atau Gubeng, Surabaya.

Setidaknya investor Jepang berminat, setelah gagal mendapat proyek Jakarta – Bandung hanya karena mereka minta pemerintah Indonesia ikut membiayai. Investor China mau membiayai sepenuhnya dengan kompensasi membangun kawasan terpadu Walini (Jabar) dan kini pengerjaannya sudah dimulai dari Halim Perdanakusumah.

Studi teknis akan dikerjakan Kementerian Perhubungan bersama Jepang dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Saat ini sedang dicari pola pembiayaan yang paling baik, apakah B2B – business to business antarinvetor Jepang dan Indonesia, atau G2G antarpemerintah Indonesia dan Jepang, atau pola lain.

Harus sering dipecok

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Secara kasat mata, menggunakan jalur (track) kereta api yang lama adalah langkah paling mudah dibanding membangun jalur baru yang harus dimulai dengan pembebasan tanah yang makan waktu. Apalagi secara geografis jalur Jakarta – Bandung melewati pegunungan yang sebagian gundul dan berpotensi longsor seperti dialami PT KAI yang harus memindahkan jalurnya menghindari sungai bawah tanah di sekitaran Ciganea.

Namun tampaknya pelaksanaan proyek senilai Rp 40 triliun (3 miliar dollar AS) dengan stasiun persinggahan di Cirebon dan Semarang ini akan terkendala banyak persoalan yang sebelumnya harus dicari jalan keluarnya. Masalah teknis operasional, struktur tanah, masalah sosial, dan sebagainya.

KA Argo Anggrek tak mampu menempuh jarak ini dalam sembilan jam seperti waktu diluncurkan bernama JS-950 pada tahun 1995, karena berbagai hambatan dan kini kecepatan maksimumnya di bawah 80 km/jam. JS-950 artinya Jakarta-Surabaya 9 jam di usia RI 50 tahun (1995), ada juga JB-250, dua jam Jakarta – Bandung pada acara sama.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.