Harga Cabai Masih Tinggi, BI Jateng Kembali Operasi Pasar

Kompas.com - 29/11/2016, 13:30 WIB
Salah satu pedagang cabai di Pasar Sentarl Inhuhtani Kabupaten Nunukan. Masih bergantung pasokan dari Sulawesi dan Tawau Malaysia membuat harga cabai di Kabupaten Nunukan flutuatif. Kontributor Nunukan, SukocoSalah satu pedagang cabai di Pasar Sentarl Inhuhtani Kabupaten Nunukan. Masih bergantung pasokan dari Sulawesi dan Tawau Malaysia membuat harga cabai di Kabupaten Nunukan flutuatif.
|
EditorAprillia Ika

SEMARANG, KOMPAS.com – Tim Pengendali Inflasi Daerah (TIPD) Provinsi Jateng bersama Bank Indonesia perwakilan Jateng kembali melakukan operasi pasar untuk menurunkan sejumlah harga kebutuhan pokok di sejumlah pasar tradisional di Kota Semarang.

Operasi pasar dalam bentuk pasar murah digelar di Kelurahan Sambirejo, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang pada Senin (28/11/2016).

Tempat itu cukup strategis dari Pasar Johar dan pasar Gayamsari.

Wakil Ketua TPID Jawa Tengah Iskandar Simorangkir mengatakan, pasar murah pada bulan ini telah digelar dua kali setelah yang pertama pada Senin 21 November 2016 lalu.

Pasar murah ditujukan agar komoditas pokok seperti cabai merah, cawai rawit dan bawang merah bisa menurun.

“Kami gelar agar harga normalnya bisa dijangkau masyarakat,” kata Iskandar, Selasa (29/11/2016).

Iskandar mengatakan, pasar murah diperlukan untuk memastikan ketersediaan pasokan bahan pangan strategis.

Selain itu, TPID berkepentingan agar harga bisa terjangkau. Dengan cara demikian, inflasi bisa dijaga.

Berdasarkan Sistem Informasi harga dan produksi komoditi (sihati) harga cabai keriting pada 28 Oktober terpantau Rp 47 ribu, bawang merah Rp 33.000.

Iskandar berharap masyarakat bisa mendapat informasi soal penurunan harga sejumlah komoditas itu, sehingga bisa membeli dengan harga di tingkat petani.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.