Cerita Sri Mulyani Susah Payah Lawan Preman demi Bebaskan Aset Negara

Kompas.com - 30/11/2016, 14:54 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani di Jakarta, Selasa (22/11/2016) Yoga SukmanaMenteri Keuangan Sri Mulyani di Jakarta, Selasa (22/11/2016)
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani punya pengalaman segudang menata kembali aset-aset negara yang sempat belum tercatat dalam kekayaan negara pada 2005 lalu. Termasuk aset yang pernah diduduki oleh preman.

Salah satu pengalaman itu ia ceritakan kembali dalam seminar Tantangan Pengelolaan APBN dari Masa ke Masa yang juga menghadirkan Wakil Presiden ke-11 RI Boediono.

"Mengumpulkan aset negara itu juga sulit. Sampai kompleks Kementerian Keuangan ini waktu itu masih banyak preman di sini," ujar Sri Mulyani, Jakarta, Rabu (30/11/2016).

Ia mengungkapkan, tidak mudah membersihkan aset lahan yang kini menjadi Kompleks Kementerian Keuangan yang berada di sekitar Lapangan Banteng, Jakarta Pusat. Akhirnya, Sri Mulyani meminta bantuan kepada Komando Daerah Militer III Siliwangi untuk membebaskan aset negara tersebut dari tangan-tangan preman.

Selain kompleks Kementerian Keuangan, aset negara yang jadi sorotan perempuan yang kerap disapa Ani itu adalah Kompleks Istana Negara. Saat menjadi Menteri Keuangan periode 2005-2010, ia kaget kompleks tersebut belum tercatat ke dalam kekayaan negara.

"Gedung yang didiami Presiden yaitu Istana, itu dulu enggak ada sertifikatnya. Bisa saja cucunya Daendels datang mengklaim. Bahaya itu," kata ia disambut tawa peserta seminar.

Meski terdengar lucu, tutur Ani, ia merasakan betul getirnya menata aset-aset negara yang belum tercatat saat itu. Dia menilai upaya yang dilakukan Kementerian Keuangan merupakan tonggak sejarah penting. Sebab, saat ini aparat pemerintah lebih peduli dengan aset-aset negara sehingga semangat mencatatkan aset negara secara legal tumbuh.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.