Kompas.com - 02/12/2016, 19:00 WIB
Ilustrasi. Ilustrasi.
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktorat Jenderal Pajak memastikan akan mengejar pembayaran utang pajak dari perusahaan over the top (OTT) asing.

Salah satunya yang akan menyusul Google yakni Facebook.

"Ya tentu akan menyusul (pemeriksaan pajaknya)," ujar Direktur Pelayanan dan Penyuluhan (P2) Humas Ditjen Pajak Hestu Yoga Saksama di Jakarta, Kamis (1/12/2016).

Utang pajak Facebook di Indonesia, seperti dikutip dari Bloomberg, diperkirakan mencapai 2 juta dollar AS-3 juta dollar AS.

Angka itu diungkap oleh Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Khusus, Muhammad Haniv.

Meski begitu, Ditjen Pajak belum mau mengungkapkan kapan proses pemeriksan pajak Facebook rampung. Publik hanya diminta untuk menunggu.

"Aku tidak bisa ngomong itu (kapan selesainya) karena belum tahu," kata Hestu Yoga.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara itu untuk kasus Google, Ditjen Pajak mengungkapan bahwa proses pemeriksan sudah tahap akhir dan ditarget selesai pada Desember ini.

Menteri Keuangan Sri Mulyani bahkan mengungkapkan bahwa perusahaan raksasa internet Google sudah memiliki komitmen untuk membayar pajak.

"Saya berterimakasih Google memiliki komitmen untuk memenuhi kewajibannya," ujar Sri Mulyani kemarin.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.