Peserta Iuran Hanya Saat Sakit, Tunggakan BPJS Kesehatan Bengkak

Kompas.com - 09/12/2016, 11:00 WIB
|
EditorAprillia Ika

BALIKPAPAN, KOMPAS.com - Peserta BPJS Kesehatan tidak patuh membayar iuran masih terus berlangsung di berbagai wilayah di Indonesia. Hal serupa terjadi pula di wilayah kerja BPJS Balikpapan, Kalimantan Timur, yang berasal dari pekerja bukan penerima upah alias peserta mandiri.

Salah satu alasan ketidakpatuhan itu adalah peserta membayar iuran hanya saat sakit saja. Kebanyakan peserta mandiri ini menyadari perlunya menjadi peserta BPJS, bisa mendapat manfaat layanan kesehatan, lantas bersedia membayar di iuran awal.

Namun, setelah menerima manfaat pelayanan kesehatan, peserta ini tidak lagi membayar iuran.

Akibatnya, tunggakan pembayaran pun terjadi. Bila hal serupa juga dilakukan peserta mandiri lain, maka menjadi akumulasi tunggakan yang besar di kemudian hari.

"Salah satu yang paling menyulitkan adalah yang tidak mau peduli seperti ini. Membayar saat sakit saja. Banyak ditemukan," kata Kepala BPJS Balikpapan, Dr Muhammad Fakhriza, Kamis (8/12/2016).

Untuk mengumpulkan informasi, BPJS Kesehatan memiliki kader JKN yang bekerja dengan langsung dan bersentuhan dengan masyarakat. Mereka tidak hanya sebagai alat sosialisasi tetapi juga mengoleksi dana masyarakat lewat iuran, menagih, mencatat apa saja kesulitan warga, juga melakukan penelitian kecil-kecilan.

Semua informasi itu dirangkum BPJS Kesehatan untuk mengambil keputusan perbaikan layanan dan meminimalkan keluhan warga. Fakhriza mengungkapkan, informasi yang dikumpulkan para kader JKN itu disimpulkan dalam empat alasan ketidakpatuhan peserta mandiri membayar iuran.

Terbanyak adalah karena membayar saat sakit saja. Alasan lain, mulai dari karena ketersediaan loket pembayaran, lupa mengiur, hingga ketidakmampuan karena alasan ekonomi warga.

"Semua sudah kami upayakan agar ada jalan ke luar. Kami kerja sama dengan banyak outlet, misal bisa bayar di Alfamart. Kalau soal sering lupa maka kami sekarang sudah selalu mengingatkan lewat SMS. Kalau tak mampu membayar, seharusnya bisa melapor ke Pemda untuk menjadi PBI. Sudah banyak kemudahan. Harusnya tidak ada alasan lagi," kata Fakhriza.

BPJS Balikpapan melayani peserta dari Kabupaten Berau, Penajam Paser Utara, Kabupaten Paser, hingga Balikpapan. Peserta mandirinya menembus 226.500 individu peserta hingga November 2016. Tagihan total iuran capai Rp 93,5 miliar termasuk di dalamnya denda Rp 134 juta.

Penerimaan iuran hingga awal Desember 2016, Rp 55 miliar dari 76.700 individu. Dari sisi pembayaran per individu, peserta yang membayar terbilang sedikit yakni hanya 33 persen dari total peserta mandiri.

Sebaliknya, kemampuan mengumpulkan iuran tampak besar hingga 59 persen. Ini lantaran ada peserta yang membayar secara akumulasi tunggakannya sebelum bisa memanfaatkan jasa kesehatan kembali.

"Peserta mandiri memang kepatuhannya kurang. Mereka mendaftar, lupa bayar. Cukup tinggi. (Setara) hanya 60 persen yang membayar," Kata Fakhriza.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Angkat Cinta Laura Jadi Komisaris, Perusahaan Ini Ganti Fokus Bisnis ke EBT

Angkat Cinta Laura Jadi Komisaris, Perusahaan Ini Ganti Fokus Bisnis ke EBT

Whats New
Kejagung Titipkan Lahan Sitaan dari PT Duta Palma Grup ke PTPN V

Kejagung Titipkan Lahan Sitaan dari PT Duta Palma Grup ke PTPN V

Whats New
Selama Masa Sosialisasi, Beli Minyak Goreng Curah Masih Boleh Gunakan NIK

Selama Masa Sosialisasi, Beli Minyak Goreng Curah Masih Boleh Gunakan NIK

Whats New
Perhatikan 5 Hal Ini agar Finansial Kamu Tetap Sehat

Perhatikan 5 Hal Ini agar Finansial Kamu Tetap Sehat

Spend Smart
Pesan Luhut ke Penjual Migor: Terdaftar di Simirah 2.0 atau PUJLE, Tak Bisa Lagi Main Harga...

Pesan Luhut ke Penjual Migor: Terdaftar di Simirah 2.0 atau PUJLE, Tak Bisa Lagi Main Harga...

Whats New
Pemerintah Batasi Bersubsidi Pupuk Mulai 2023, Hanya untuk Urea dan NPK

Pemerintah Batasi Bersubsidi Pupuk Mulai 2023, Hanya untuk Urea dan NPK

Whats New
Bantu Sukseskan Mudik Lebaran 2022, Kompas.com Dianugerahi Penghargaan dari Kemenhub

Bantu Sukseskan Mudik Lebaran 2022, Kompas.com Dianugerahi Penghargaan dari Kemenhub

Whats New
PT Mahaka Radio Integra Masih Bukukan Rugi Pada 2021, Sebesar Rp 27 Miliar

PT Mahaka Radio Integra Masih Bukukan Rugi Pada 2021, Sebesar Rp 27 Miliar

Whats New
Peduli Pendidikan Generasi Muda, Elnusa Petrofin Luncurkan “Pojok Baca” di Bantar Gebang

Peduli Pendidikan Generasi Muda, Elnusa Petrofin Luncurkan “Pojok Baca” di Bantar Gebang

Rilis
Pemerintah Lelang Sukuk Besok, Ini Tingkat Imbalannya

Pemerintah Lelang Sukuk Besok, Ini Tingkat Imbalannya

Whats New
Sebulan ke Depan, Pasar Saham dan Obligasi Diproyeksi Tetap Fluktuatif

Sebulan ke Depan, Pasar Saham dan Obligasi Diproyeksi Tetap Fluktuatif

Earn Smart
Kementan Usulkan Tambahan Anggaran untuk Penanganan PMK Jadi Rp 4,6 Triliun

Kementan Usulkan Tambahan Anggaran untuk Penanganan PMK Jadi Rp 4,6 Triliun

Whats New
Ini Kronologi Tabrakan Beruntun di Tol Cipularang Km 92

Ini Kronologi Tabrakan Beruntun di Tol Cipularang Km 92

Whats New
Indonesia Diyakini Jadi Negara Terdepan dalam Transisi Energi

Indonesia Diyakini Jadi Negara Terdepan dalam Transisi Energi

Whats New
Cara Cek NIK KTP secara Online Tanpa Harus Datang ke Kantor Dukcapil

Cara Cek NIK KTP secara Online Tanpa Harus Datang ke Kantor Dukcapil

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.