Perizinan dan Registrasi Penjualan Reksa Dana Dipercepat

Kompas.com - 19/12/2016, 12:30 WIB
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) luncurkan Sistem Informasi Perizinan dan Registrasi Terintegrasi (SPRINT) penjualan reksa dana melalui bank selaku APERD dan pendaftaran akuntan publik dan kantor akuntan publik, Jakarta, Senin (19/12/2016). Sebelumnya OJK juga meluncurkan SPRINT perizinan bancassurance pada Juli 2016. KOMPAS.com/Estu SuryowatiOtoritas Jasa Keuangan (OJK) luncurkan Sistem Informasi Perizinan dan Registrasi Terintegrasi (SPRINT) penjualan reksa dana melalui bank selaku APERD dan pendaftaran akuntan publik dan kantor akuntan publik, Jakarta, Senin (19/12/2016). Sebelumnya OJK juga meluncurkan SPRINT perizinan bancassurance pada Juli 2016.
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meluncurkan Sistem Informasi Perizinan dan Registrasi Terintegrasi (SPRINT) penjualan reksa dana melalui bank selaku Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) dan pendaftaran akuntan publik dan kantor akuntan publik (KAP), pada hari ini Senin (19/12/2016).

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Nurhaida mengatakan, dengan virtual single window dalam bentuk SPRINT ini, maka proses perizinan penjualan reksa dana melalui bank selaku APERD dipersingkat dari 105 hari menjadi 19 hari kerja.

Sementara itu, proses pendaftaran akuntan publik dan KAP yang sebelumnya diajukan ke masing-masing kompartemen di OJK dengan waktu pemrosesan yang berbeda –beda, dengan adanya SPRINT ini bisa diselesaikan dalam waktu 20 hari kerja.

“Tentu ini membutuhkan kerja sama yang baik dari pelaku. Dalam arti, ketika mengajukan perizinan, permohonannya itu diharapan bisa disampaikan secara lengkap. Sehingga target 19 hari atau 20 hari untuk akuntan publik dan KAP bisa terpenuhi,” kata Nurhaida.

Nurhaida mengatakan, peluncuran SPRINT ini dimaksudkan dalam rangka peningkatan pelayanan OJK kepada industri jasa keuangan. Pada akhir Juli 2016, OJK sudah merilis SPRINT bancassurance bagi industri perbankan dan industri asuransi.

SPRINT bancassurance sepenuhnya telah diimplementasikan pada September 2016. Nurhaida menambahkan, implementasi SPRINT bancasurance telah mempercepat proses perizinan dari 101 hari menjadi 19 hari kerja.

“Kenapa OJK selalu melakukan inovasi-inovasi dan mengembangkan sistem? Karena kami tahu sekali bahwa pelayanan yang baik, cepat, dan transparan, itu sangat membantu perekonomian Indonesia berkembang,” ucap Nurhaida.

Deputi Komisioner Pengawas IKNB I Edy Septiadi memaparkan, hingga saat ini setidaknya ada delapan jenis perizinan interkoneksi yaitu perizinan bancasssurance, perizinan penjualan reksa dana melalui bank selaku APERD, serta perizinan pendaftaran akuntan publik dan KAP.

Selain itu ada pula perizinan obligasi lembaga jasa keuangan (LJK), perizinan merger LJK, perizinan akusisi LJK, perizinan konsolidasi LJK, dan perizinan go public LJK.

“Melalui virtual single window (SPRINT) tersebut, OJK berkomitmen penuh untuk menyusun suatu desain perizinan yang terpadu yang meliputi perizinan solo maupun interkoneksi. Pengintegrasian delapan perizinan interkoneksi akan dilakukan secara bertahap hingga 2018,” kata Edy.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

LMAN Siap Terlibat dalam Pembangunan Ibu Kota 'Nusantara'

LMAN Siap Terlibat dalam Pembangunan Ibu Kota "Nusantara"

Whats New
Menkop UKM Teten Masduki Sambut Inisiatif Bill Gates dan Filantropis Dunia Dukung UMKM Indonesia

Menkop UKM Teten Masduki Sambut Inisiatif Bill Gates dan Filantropis Dunia Dukung UMKM Indonesia

Rilis
Ini Penyebab Anggaran PEN 2021 Tidak Terserap 100 Persen

Ini Penyebab Anggaran PEN 2021 Tidak Terserap 100 Persen

Whats New
Keuangan Mulai Membaik, Ekuitas Asabri Masih Negatif Rp 4,7 Triliun

Keuangan Mulai Membaik, Ekuitas Asabri Masih Negatif Rp 4,7 Triliun

Whats New
Cara Cek Saldo BPJS Ketenagakerjaann Tanpa Aplikasi

Cara Cek Saldo BPJS Ketenagakerjaann Tanpa Aplikasi

Whats New
Menkop UKM Dorong Peternak Ayam Ciremai Group untuk Manfaatkan KUR Klaster Pertanian

Menkop UKM Dorong Peternak Ayam Ciremai Group untuk Manfaatkan KUR Klaster Pertanian

Rilis
Mudah, Ini Cara Cetak Kartu BPJS Kesehatan Online

Mudah, Ini Cara Cetak Kartu BPJS Kesehatan Online

Whats New
Penguatan Infrastruktur Digital Jadi Kunci Industri e-Commerce Lebih Sustainable

Penguatan Infrastruktur Digital Jadi Kunci Industri e-Commerce Lebih Sustainable

Work Smart
Cara Mencairkan BPJS Ketenagakerjaan Online hingga Rp 10 Juta

Cara Mencairkan BPJS Ketenagakerjaan Online hingga Rp 10 Juta

Whats New
Bahlil: Gaji Menteri Enggak Lebih dari Rp 20 Juta, Gayanya Saja yang Mantap

Bahlil: Gaji Menteri Enggak Lebih dari Rp 20 Juta, Gayanya Saja yang Mantap

Whats New
Mandiri Investment Forum Kembali Digelar, Ribuan Investor dengan Total Aset 4 Triliun Dollar AS Bakal Hadir

Mandiri Investment Forum Kembali Digelar, Ribuan Investor dengan Total Aset 4 Triliun Dollar AS Bakal Hadir

Whats New
Haus Targetkan Tambah 338 Gerai Sepanjang 2022

Haus Targetkan Tambah 338 Gerai Sepanjang 2022

Whats New
Bos KB Bukopin Buka-bukaan soal 1.400 Karyawannya Mengundurkan Diri

Bos KB Bukopin Buka-bukaan soal 1.400 Karyawannya Mengundurkan Diri

Whats New
Bisnis Makanan hingga Pakaian Punya Prospek Cerah Tahun Ini

Bisnis Makanan hingga Pakaian Punya Prospek Cerah Tahun Ini

Whats New
Viral Video Kerumunan di Mall Of Indonesia, Ini Penjelasan Manajemen

Viral Video Kerumunan di Mall Of Indonesia, Ini Penjelasan Manajemen

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.