Kompas.com - 19/12/2016, 14:18 WIB
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan Nurhaida dalam peluncuran Sistem Informasi Perizinan dan Registrasi Terintegrasi (SPRINT) penjualan reksa dana melalui bank selaku APERD dan pendaftaran akuntan publik dan kantor akuntan publik, Jakarta, Senin (19/12/2016). Kompas.com/ Estu SuryowatiKepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan Nurhaida dalam peluncuran Sistem Informasi Perizinan dan Registrasi Terintegrasi (SPRINT) penjualan reksa dana melalui bank selaku APERD dan pendaftaran akuntan publik dan kantor akuntan publik, Jakarta, Senin (19/12/2016).
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com – Telah dikaji sejak awal tahun ini, namun sistem pengajuan penawaran umum perdana saham (IPO) secara online atau dalam jaringan (daring) masih belum siap.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nurhaida mengatakan, pihaknya hingga saat ini masih dalam proses untuk menyiapkan aturan dan sistem IPO daring.

“Kami mencoba sesuai target, tetapi kami melihat semua sistem harus siap terlebih dahulu,” kata Nurhaida ditemui usai peluncuran Sistem Informasi Perizinan dan Registrasi Terintegrasi (SPRINT) penjualan reksa dana melalui bank selaku APERD dan pendaftaran akuntan publik dan kantor akuntan publik (KAP), pada hari ini Senin (19/12/2016).

Nurhaida mengatakan, ia tidak bisa menyebutkan berapa persen progress perkembangan sistem IPO daring. Akan tetapi, ia meyakinkan proses tersebut terus berjalan.

“Banyak IT yang sedang dikembangkan OJK,” kata Nurhaida.

Lebih lanjut ia menjelaskan, sistem IPO daring ini merupakan sistem yang berbeda dari SPRINT. SPRINT adalah sistem yang mengintegrasikan perizinan dan integrasi dari lebih dari satu kompartemen (pengawasan) OJK.

“Tetapi kalau e-registration (IPO daring) itu, terlepas dia ada interkoneksi atau tidak, dia bisa memasukkan secara digital,” kata Nurhaida.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Nurhaida mencontohkan IPO yang termasuk interkoneksi adalah IPO yang dilakukan sebuah bank. Bank yang mau menawarkan saham perdana di bursa harus mengajukan permohonan perizinan kepada pengawas perbankan dan pengawas pasar modal.

OJK sendiri hingga dua tahun ke depan masih memiliki pekerjaan rumah untuk menyelesaikan sistem SPRINT untuk lima perizinan interkoneksi yaitu perizinan obligasi lembaga jasa keuangan (LJK), perizinan merger LJK, perizinan akusisi LJK, perizinan konsolidasi LJK, serta perizinan IPO LJK.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.