Kompas.com - 22/12/2016, 14:21 WIB
Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri di Bandung, Jawa Barat, Rabu (5/10/2016). Estu Suryowati/Kompas.comMenteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri di Bandung, Jawa Barat, Rabu (5/10/2016).
Penulis Achmad Fauzi
|
EditorM Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) bersama dengan pengusaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin) meluncurkan program pemagangan nasional. Program tersebut sebagai upaya meningkatkan skill tenaga kerja di Indonesia. 

Menteri Tenaga Kerja, Muhammad Hanif Dhakiri menjelaskan, para pekerja magang tidak hanya bekerja, tetapi juga diberikan pelatihan. Sehingga, mempunyai keahlian (skill) dalam bekerja. 

"Biasanya pola kalau anak-anak magang itu kan bikin kopi atau fotokopi. Ini bukan pemagangan seperti itu, harus berdasarkan jabatan dan peroleh ujian sertifikasi kompetensi," ujar Hanif di Kantor Kadin Jakarta.

Hanif menuturkan, salah satu lokasi tempat kerja yang akan jadi program pemagangan yakni, Kawasan Karawang International Industrial City (KIIC) di Karawang. Di KIIC akan dilakukan pengembangan program pelatihan terpadu kepada semua para pekerja magang.

"Hari Jumat Presiden akan launching gerakan pemagangan nasional ini. Program ini tidak biasa kita dengar dan Ini bukan untuk upah murah," tuturnya.

Sementara itu, ketua Kadin, Rosan Roeslani mengatakan, para pelaku usaha mendukung program pemagangan nasional. Menurut dia, pelaku usaha sudah menyiapkan tempat untuk para pekerja magang.  

"Program ini akan mulai di Karawang, ada lima kawasan industri dan 2648 perusahaan yang sudah siap untuk menjadi tempat pemagangan," katanya.  

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Rosan menambahkan, program tersebut tidak hanya dilakukan di Karawang saja, tetapi kawasan industri daerah lain juga akan dilakukan. Program magang, terang dia, juga sebagai sebagai tindak Ianjut Penandatanganan Nota Kesepahaman yang sudah dilakukan tanggal 24 April 2016 yang Ialu.

"Ini adalah yang pertama nanti akan kita lanjutkan ke daerah lainnya. Seperti di Surabaya, Medan, Jawa Tengah sudah minta. Kami di dunia usaha akan berikan masukan bagi dunia industri ke depan," tandasnya. 

Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2015 menunjukan bahwa saat ada lebih dari 7 juta angkatan kerja yang belum mempunyai pekerjaan.

Selain itu, dari sebanyak 122,38 juta angkatan kerja, 50,8 juta orang di antaranya adalah lulusan SD ke bawah, sementara lulusan SMP adalah 20,7 juta orang dan lulusan SMA sebanyak 19,8 juta orang

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.