Menko Darmin Kurang Puas dengan Jumlah Perusahaan yang IPO Tahun Ini

Kompas.com - 30/12/2016, 19:53 WIB
Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution menjadi pembicara saat acara Kompas 100 CEO Forum di Jakarta Convention Center, Kamis (24/11/2016). Para CEO yang tercatat dalam indeks Kompas 100 berkumpul dan berdiskusi dalam Kompas 100 CEO Forum. KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMOMenteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution menjadi pembicara saat acara Kompas 100 CEO Forum di Jakarta Convention Center, Kamis (24/11/2016). Para CEO yang tercatat dalam indeks Kompas 100 berkumpul dan berdiskusi dalam Kompas 100 CEO Forum.
|
EditorM Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com - Kinerja Bursa Efek Indonesia (BEI) boleh dipuji karena menorehkan sejarah dengan indeks harga saham gabungan (IHSG) yang tumbuh 15,32 persen dibandingkan tahun lalu.

Capaian ini menempatkan bursa Indonesia di urutan kelima tertinggi di antara bursa-bursa utama dunia serta kedua di kawasan Asia-Pasifik. Pada penutupan perdagangan tahun 2016, IHSG ditutup di level 5.296,711.

Kendati begitu, ada satu hal yang membuat Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution kurang puas.

Hal itu lantaran jumlah perusahaan yang go public di bursa tahun ini hanya sebanyak 15 perusahaan.

"Tidak bagusnya adalah jumlah IPO (initial public offering). Catatan saya menunjukkan ada 15 perusahaan, dan itu terendah dalam tujuh tahun terakhir," kata Darmin dalam penutupan perdagangan bursa tahun 2016, di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (30/12/2016).

Darmin mengatakan, mestinya jumlah perusahaan yang melantai di bursa bertambah dari tahun ke tahun.

Pasalnya, kata dia ketika ekonomi berkembang, jumlah perusahaan semakin banyak sehingga perusahaan-perusahaan tersebut potensial menjadi emiten bursa.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Apalagi sambung Darmin, dengan adanya program amnesti pajak, wajib pajak badan peserta tax amnesty yang berupa perusahaan tertutup tak perlu khawatir lagi untuk menjadi perusahaan terbuka.

Sebabnya, kata dia, pembayaran pajak yang mungkin kurang benar di masa lalu sudah diampuni.

"Nah, setelah tax amnesty semestinya masalah (pajak) itu hilang. Dia tidak perlu ragu-ragu lagi. Dengan begitu mereka lebih mudah diajak go public. Diharapkan, yang IPO meningkat tahun depan," ucap mantan Gubernur Bank Indonesia itu.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.