Kompas.com - 30/12/2016, 21:59 WIB
Penulis Achmad Fauzi
|
EditorM Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com - Maskapai Penerbangan Citilink Indonesia akhirnya memecat pilot yang diduga mabuk saat akan menerbangkan pesawat QG 800 rute Surabaya-Jakarta.

Hal ini dilakukan berdasarkan penulusuran dan laporan yang diterima oleh manajemen Citilink Indonesia. 

"Citilink mengambil tindakan tegas berupa pemutusan hubungan kerja terhadap pilot yang bersangkutan," kata Chier Executive Officer Citilink Indonesia Albert Burhan dalam keterangan resmi yang diterima, Jakarta, Jumat (30/12/2016). 

Albert menuturkan, pilot diberhentikan karena yang bersangkutan dinilai telah melakukan kesalahan berat dan menunjukkan sikap dan tindakan yang tidak profesional dalam menjalankan tugas. 

Selain itu, pilot yang bersangkutan juga mengabaikan prosedur keselamatan dan keamanan penerbangan yang berpotensi membahayakan keamanan dan keselamatan penumpang dan awak lainnya.

"Ada tiga hal fundamental yang dilanggar yaitu mulai dari undang-undang ketenagakerjaan, peraturan perusahaan hingga kebijakan SDM yang ada di Citilink. Mulai dari sikap yang ceroboh hingga tidak mengindahkan prosedur kerja yang berdampak pada timbulnya potensi membahayakan keamanan dan keselamatan penerbangan," jelasnya. 

Oleh karena itu, Citilink tidak memberikan toleransi sedikitpun bagi karyawan yang bertindak tidak profesional serta mengabaikan kode etik dan integritas dalam bekerja.

"Manajemen Citilink juga menyampaikan permohonan maaf atas kejadian yang tidak menyenangkan tersebut yang telah menjadi bahan pembicaraan publik selama beberapa hari ini,” pungkasnya.   

Atas kejadian itu, Direktur Utama Citilink Indonesia Albert Burhan juga telah mengajukan pengunduran diri dari jabatannya. Namun pengunduran dirinya tersebut belum disetujui secara resmi oleh pemegang saham.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.