Kompas.com - 03/01/2017, 10:15 WIB
Karyawan melihat di depan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (22/11/2016). KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNGKaryawan melihat di depan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (22/11/2016).
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Setelah ditutup di level 5.296,71 pada perdagangan akhir tahun 2016, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal perdagangan tahun 2017 dibuka turun 0,12 persen atau 6,33 poin ke level 5.290,38.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang turut menghadiri pembukaan perdagangan pagi ini, pun berkomentar menyayangkan.

"Saya perhatikan dulu kalau membuka biasanya hijau, kok sekarang merah. Ayo, ayo, ayo bikin hijau," kata wanita yang akrab disapa Ani itu dalam sambutannya, di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (3/1/2017).

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu mengatakan, dirinya cukup bangga pada penutupan perdagangan tahun lalu, di mana bursa Indonesia mencatatkan kenaikan indeks cukup tinggi sebesar 15,32 persen.

Kenaikan indeks tersebut bahkan menempatkan bursa Indonesia sebagai bursa dengan performa terbaik kedua di Asia-Pasifik dan kelima terbesar di dunia.

"Saya sangat berharap ke depan, pelaku pasar bursa melakukan perbaikan tidak hanya dari sisi kapitalisasi, tetapi berapa jumlah perusahaan yang masuk ke bursa," kata Ani memberikan catatan.

Pada tahun lalu jumlah emiten Bursa Efek Indonesia bertambah 16 emiten. Menurut Ani, ke depan harus lebih banyak lagi perusahaan yang go public.

Sebab, dengan semakin banyak perusahaan yang melantai di bursa, maka rasa memiliki masyarakat akan bursa menjadi lebih besar.

Perusahaan terbuka tentu akan menjalankan tata kelola dengan mempertimbangkan aspirasi publik.

"Meningkatkan rasa memiliki terhadap bursa sehingga dia menjadi wahana demokratisasi, tidak eksklusif hanya sedikit orang atau perusahaan yang menikmati," ucap Ani.

"Masuk bursa adalah sifatnya inklusif, bisa dilakukan semua perusahaan baik di Jakarta atau daerah." 

(Baca: Buka Perdagangan Saham 2017, Kalla Berharap Ekonomi RI Lebih Baik)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.