Kementerian Perindustrian Fokus Kembangkan Pendidikan Vokasi Industri

Kompas.com - 09/01/2017, 21:00 WIB
Acara penandatanganan nota kesepahaman antara 5 Menteri terkait pendidikan vokasi di Jakarta, Selasa (29/11/2016). Pramdia Arhando Julianto/Kompas.comAcara penandatanganan nota kesepahaman antara 5 Menteri terkait pendidikan vokasi di Jakarta, Selasa (29/11/2016).
|
EditorAprillia Ika

GRESIK, KOMPAS.com – Maraknya kabar mengenai banyaknya penggunaan Tenaga Kerja Asing (TKA) di Indonesia akhir-akhir ini, juga turut menggugah perasaan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto.

Di mana dalam mendukung program pemerintah, pihaknya memfokuskan pengembangan pendidikan vokasi industri yang berbasis kompetensi, serta memiliki keterkaitan dan kesepadanan antara dunia pendidikan dengan dunia kerja, supaya tenaga kerja lokal dapat bisa lebih bersaing.

“Ini juga sesuai dengan program kerja pemerintah, untuk dapat lebih memberdayakan penggunaan tenaga kerja lokal di sektor industri,” ucap Airlangga di sela-sela menghadiri acara penganugerahan “Semen Indonesia Award on Innovation 2015-2016” di Wisma Semen Gresik, Senin (9/1/2017).

Dengan pendidikan vokasi, lanjut Airlangga, diharapkan akan mampu menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten, sesuai dengan kebutuhan dunia industri nasional saat ini. Sehingga tidak ada lagi kesenjangan antara kebutuhan tenaga kerja industri, dengan tenaga kerja lokal mumpuni yang tersedia.

“Kalau itu sudah tercapai, saya yakin penggunaan tenaga kerja asing akan dapat dikurangi secara bertahap dan signifikan,” sambungnya.

Ia pun turut menyemangati langkah PT Semen Indonesia dalam mendukung langkah itu. Yakni, dengan mendukung PT Semen Indonesia membuat program pendidikan vokasi yang bekerja sama dengan sekolah kejuruan di sekitar pabrik maupun daerah lain.

“Karena dengan begitu, kebutuhan tenaga kerja dapat dipenuhi oleh tenaga kerja lokal dan tidak sampai ditangani oleh tenaga kerja asing,” beber Airlangga.

Untuk itu ia mempunyai impian, inovasi yang akan dilakukan oleh dunia industri nantinya, khususnya industri semen nasional, dapat terus dilakukan dan dikembangkan dalam rangka peningkatan daya saing.

Sementara khusus untuk industri semen nasional, pihaknya selain akan mendorong pemerintah untuk lebih menggunakan semen dalam negeri dalam program pembangunan infrastuktur, juga akan terus menjaga iklim usaha pada sektor ini.

“Agar usaha semen tetap kondusif dan dapat terus berkembang. Kami akan mengendalikan impor semen maupun klinker, mendorong diversifikasi produk barang-barang dari semen, serta penerapan dan penegakan hukum standar nasional Indonesia,” pungkasnya.

Kompas TV Ini Pengganti UN Bila Dihapuskan pada 2017
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Harga Minyak Goreng Masih Mahal, Simak Minimarket hingga Supermarket yang Gelar Promo

Harga Minyak Goreng Masih Mahal, Simak Minimarket hingga Supermarket yang Gelar Promo

Spend Smart
RI Jadi Magnet Kripto Baru, 15 Negara Rembuk di Bali

RI Jadi Magnet Kripto Baru, 15 Negara Rembuk di Bali

Whats New
Sisa 45 Hari, Harta yang Diungkap dalam PPS Tembus 86,55 Triliun

Sisa 45 Hari, Harta yang Diungkap dalam PPS Tembus 86,55 Triliun

Whats New
Nilai Limit di Bawah Rp 300 Juta, Simak Daftar Lelang Rumah di Bandung

Nilai Limit di Bawah Rp 300 Juta, Simak Daftar Lelang Rumah di Bandung

Whats New
Jenis Tabungan, Jumlah Setoran Awal BRI, serta Biaya-biaya Lainnya

Jenis Tabungan, Jumlah Setoran Awal BRI, serta Biaya-biaya Lainnya

Whats New
Penuhi Pasokan Dalam Negeri, India Larang Ekspor Gandum

Penuhi Pasokan Dalam Negeri, India Larang Ekspor Gandum

Whats New
Kilang Balikpapan yang Kebakaran Masih Diperbaiki, Pertamina Pastikan Suplai BBM Tidak Terganggu

Kilang Balikpapan yang Kebakaran Masih Diperbaiki, Pertamina Pastikan Suplai BBM Tidak Terganggu

Whats New
Digugat Rp 322 Miliar gara-gara Tabungan Emas, PT Pegadaian Buka Suara

Digugat Rp 322 Miliar gara-gara Tabungan Emas, PT Pegadaian Buka Suara

Whats New
Pegadaian Digugat Rp 322 Miliar Gara-gara Tabungan Emas

Pegadaian Digugat Rp 322 Miliar Gara-gara Tabungan Emas

Whats New
Cara Membuat Sertifikat Tanah, Beserta Syarat dan Biayanya

Cara Membuat Sertifikat Tanah, Beserta Syarat dan Biayanya

Spend Smart
Long Weekend, KAI Catat 67.000 Penumpang Berangkat dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen

Long Weekend, KAI Catat 67.000 Penumpang Berangkat dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen

Whats New
Cek Besaran Biaya dan Limit Transfer Bank DKI di ATM

Cek Besaran Biaya dan Limit Transfer Bank DKI di ATM

Spend Smart
Awal Pekan, Harga Emas Antam Bertahan di Rp 967.000 per Gram

Awal Pekan, Harga Emas Antam Bertahan di Rp 967.000 per Gram

Whats New
Sambut Era Society 5.0, Berikut Peran dan Manfaat Digital Manufacturing bagi Bisnis

Sambut Era Society 5.0, Berikut Peran dan Manfaat Digital Manufacturing bagi Bisnis

BrandzView
Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Spend Smart
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.