Rudiyanto
Direktur Panin Asset Management

Direktur Panin Asset Management salah satu perusahaan Manajer Investasi pengelola reksa dana terkemuka di Indonesia.
Wakil Ketua I Perkumpulan Wakil Manajer Investasi Indonesia periode 2019 - 2022 dan Wakil Ketua II Asosiasi Manajer Investasi Indonesia Periode 2021 - 2023.
Asesor di Lembaga Sertifikasi Profesi Pasar Modal Indonesia (LSPPMI) untuk izin WMI dan WAPERD.
Penulis buku Reksa Dana dan Obligasi yang diterbitkan Gramedia Elexmedia.
Tulisan merupakan pendapat pribadi

Keamanan Investasi Reksa Dana pada Era Digital

Kompas.com - 20/01/2017, 13:21 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini
EditorBambang Priyo Jatmiko

KOMPAS.com - Perkembangan yang pesat pada teknologi informasi telah membuat perubahan pada berbagai bidang, salah satunya investasi reksa dana.

Segala sesuatu yang dulunya harus membutuhkan kertas, tanda tangan basah dan surat fisik sekarang hampir semuanya bisa dilakukan secara online. Di satu sisi, hal tersebut memang membuat lebih nyaman, tapi bagaimana dengan keamanan investasi?

Jangan lupa, banyak investasi ilegal yang beredar di masyarakat. Tidak tertutup kemungkinan, bentuk investasi ilegal tersebut suatu saat akan meniru skema reksa dana untuk menipu masyarakat. Untuk itu, masyarakat perlu mengenali investasi reksa dana yang legal seperti apa.

(Baca: Kiat Menghindari Investasi Reksa Dana Ilegal)
 

Investasi reksa dana sendiri bisa dikatakan masih relatif baru di masyarakat. Untuk investor yang baru pertama kali berinvestasi, kehadiran dokumen secara fisik tentu akan menambah rasa nyaman dalam berinvestasi.

Biasanya dokumen fisik yang diterima adalah surat konfirmasi transaksi yang dikirimkan apabila investor melakukan transaksi seperti pembelian, penjualan atau pengalihan reksa dana. Setiap bulannya, bank kustodian reksa dana juga akan mengirimkan laporan bulanan yang berisi saldo investasi pada akhir bulan.

Seiring dengan perkembangan, sebagian manajer investasi dan agen penjual sudah mengirimkan dokumen tersebut dalam bentuk surat elektronik (e-mail). Ada juga yang untuk menambah rasa nyaman, mengirimkan informasi melalui SMS pada saat transaksi dilakukan dan berhasil seperti yang dilakukan Panin Asset Management.

Semakin banyak pula manajer investasi dan agen penjual yang membuat situs, di mana melalui situs tersebut investor dapat melakukan cek saldo, melihat historis transaksi, hingga melakukan transaksi pembelian, penjualan, dan pengalihan reksa dana.

Buat investor reksa dana yang sudah berinvestasi selama bertahun-tahun, hal di atas tentu adalah sebuah terobosan. Sebab, investor tidak perlu mengirimkan bukti transfer dan surat pembelian dan kemudian menghubungi pihak perusahaan untuk mengonfirmasi transaksinya. Risiko transaksi tidak diproses juga telah jauh berkurang karena dilakukan secara sistem.

Namun, buat investor reksa dana pemula, segala hal di atas memang memudahkan. Tapi, timbul pertanyaan, apa pegangan bahwa kita menjadi investor jika segala sesuatunya dilakukan secara digital?

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.