Kompas.com - 28/01/2017, 15:20 WIB
Suasana panen raya di kawasan jagung modern Lamongan, Selasa (24/1/2017). HamzahSuasana panen raya di kawasan jagung modern Lamongan, Selasa (24/1/2017).
|
EditorAprillia Ika

LAMONGAN, KOMPAS.com – Setelah berhasil meningkatkan produktivitas jagung dari yang awalnya 5,8 ton per hektar menjadi 10 ton per hektar di lahan seluas 100 hektar, membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan secara resmi memperluas kawasan jagung modern.

Kawasan jagung modern yang sebelumnya hanya seluas 100 hektar di Desa Banyubang, Kecamatan Solokuro, Lamongan, Jawa Timur, mulai hari ini (28/1/2017) secara resmi ditambah. Dengan luasan lahan menjadi 10.000 hektar, yang tersebar di 12 kecamatan yang ada di Lamongan.

“Sebelumnya kami sudah membuktikan, dengan mengikuti road map pertanian jagung modern, rata-rata produktivitas bisa naik menjadi 10,6 ton per hektar dari yang semula hanya 5,8 ton per hektar. Dan hari ini, secara resmi kami mulai terapkan di lahan yang lebih luas,” ucap Bupati Lamongan Fadeli, Sabtu (28/1/2017).

Perluasan lahan tersebut ditandai Bupati Lamongan dengan menabur benih jagung di lahan percontohan yang sama secara simbolis, di Desa Banyubang, Kecamatan Solokuro, Lamongan.

Dalam kesempatan ini, ia pun mewanti-wanti agar jajaran di bawahnya turut bekerja keras dalam menyukseskan perluasan kawasan jagung modern.

“Jangan sampai yang ngotot hanya bupatinya saja. Tapi penyuluh, UPT Tanaman Pangan Holtikulturan dan Perkebunan maupun camat tidak ikut ngotot. Saya berharap, semua dapat bekerja sama dengan baik, untuk menyukseskan program ini,” sambungnya.

Selama 2016, produktivitas jagung Lamongan secara keseluruhan tercatat sudah mengalami peningkatan menjadi 6,05 ton per hektar, dari sebelumnya yang hanya 5,8 ton per hektar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara dari sisi produksi, tahun ini dari pembukaan 10.000 hektar kawasan jagung modern di beberapa kecamatan tersebut, diharapkan akan ada peningkatan sebesar 50 ton.

“Setelah ini, saya minta camat-camat yang lain segera mencanangkan kawasan jagung modern di wilayahnya masing-masing. Jangan lelah melakukan sosialisasi, karena belum semua petani kita paham bahwa perlakuan pertanian modern yang kita lakukan di Banyubang bisa sukses. Ini juga demi mensejahterakan para petani yang ada di Lamongan,” ucap dia.

Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikulturan dan Perkebunan Lamongan Aris Setiadi menambahkan, produksi jagung Lamongan di tahun 2016 di lahan seluas 62.737 hektar telah mencapai 372.162 ton, dengan produktivitas rata-rata 6,05 ton perhektar.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.