Pelaku Industri Kertas Nasional Masih Keluhkan Tingginya Harga Gas

Kompas.com - 30/01/2017, 18:15 WIB
Tabung gas isi 12 kg. KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHOTabung gas isi 12 kg.
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia (APKI) meminta kepada pemerintah agar kelompok industri kertas masuk ke dalam daftar industri yang mendapatkan penurunan harga gas industri.

Hal ini agar mendorong industri pulp (bubur kertas) dan kertas nasional dapat bersaing dikancah dunia dengan meningkatkan ekspor produk ke luar negeri.

Ketua Umum APKI Aryan Warga Dalam mengatakan, saat ini harga gas untuk industri pulp dan kertas dalam negeri dipatok sebesar 9 dollar AS sampai 11 dollar AS per Million British Thermal Unit (MMbtu).

Dengan rentang harga gas tersebut, dinilai masih memberatkan dan membuat industri kesulitan dalam bersaing dengan produk kertas dari negara lain.

"Terkait harga gas, saat ini sekitar 9 dollar AS sampai 11 dollar AS. Ini masih cukup berat. Di mana kebijakan pemerintah mengalokasikannya untuk 7 industri, namun saat ini baru 3 industri yang mendapatkan penurunan harga gas," ujar Aryan di Kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta, Senin (30/1/2017).

Direktur Eksekutif APKI Liana Brastasida mengungkapkan, harga gas industri di Indonesia termasuk tinggi jika dibandingkan negara-negara di kawasan ASEAN. Harga gas di negara kawasan Asia Tenggara lainnya sudah di bawah 6 dollar AS per MMBtu.

"Di negara ASEAN ini jauh lebih murah, di bawah 6 dollar AS," kata dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurutnya, sektor industri kertas dalam negeri telah mampu menjadi produsen nomor tiga di Asia dan nomor satu di ASEAN.

Dirinya menegaskan, bukan tidak mungkin jika harga gas industri kertas di Indonesia masih mahal, maka posisi Indonesia sebagai produsen kertas terbesar di ASEAN bisa tersalip negara lain.

"Padahal di ASEAN kita ini penghasil kertas nomor satu, dan di Asia nomor tiga. Kalau tidak diturunkan, kita tidak akan bisa mempertahankan posisi itu. Kalau harga gas turun, kita bisa lebih bersih dan kompetitif," jelasnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

DPR Setujui Anggaran Operasional Bank Indonesia Rp 28,41 Triliun Pada 2022

DPR Setujui Anggaran Operasional Bank Indonesia Rp 28,41 Triliun Pada 2022

Whats New
Nilai Investasi Bisnis Pengisian Kendaraan Listrik Bisa Capai 1,6 Triliun Dollar AS pada 2040

Nilai Investasi Bisnis Pengisian Kendaraan Listrik Bisa Capai 1,6 Triliun Dollar AS pada 2040

Whats New
Allianz Life Indonesia Incar Potensi Pertumbuhan Minat Asuransi di Masa Pandemi

Allianz Life Indonesia Incar Potensi Pertumbuhan Minat Asuransi di Masa Pandemi

Rilis
Muncul Varian Omicron, Sandiaga Uno Bakal Evaluasi Daftar Negara yang Boleh Masuk Indonesia

Muncul Varian Omicron, Sandiaga Uno Bakal Evaluasi Daftar Negara yang Boleh Masuk Indonesia

Whats New
Revisi UU Cipta Kerja Didorong Masuk Prolegnas Prioritas Tahun 2022

Revisi UU Cipta Kerja Didorong Masuk Prolegnas Prioritas Tahun 2022

Whats New
Pemerintah Tawarkan 8 Blok Migas kepada Investor

Pemerintah Tawarkan 8 Blok Migas kepada Investor

Whats New
Stafsus Erick Thohir Sindir Ahok: Komut Merasa Dirut Itu Jangan, Harus Tahu Batasan

Stafsus Erick Thohir Sindir Ahok: Komut Merasa Dirut Itu Jangan, Harus Tahu Batasan

Whats New
Menko Airlangga: UU Cipta Kerja Sudah Rekrut 912.402 Tenaga Kerja Baru

Menko Airlangga: UU Cipta Kerja Sudah Rekrut 912.402 Tenaga Kerja Baru

Whats New
Luhut: Selama Beberapa Dekade, Indonesia Berpuas Diri dengan SDA yang Melimpah...

Luhut: Selama Beberapa Dekade, Indonesia Berpuas Diri dengan SDA yang Melimpah...

Whats New
UU Cipta Kerja Inkonstitusional, Airlangga: Kemudahan Berusaha UMKM Tetap Berlaku

UU Cipta Kerja Inkonstitusional, Airlangga: Kemudahan Berusaha UMKM Tetap Berlaku

Whats New
Rupiah dan IHSG Kompak Menguat di Sesi I Perdagangan

Rupiah dan IHSG Kompak Menguat di Sesi I Perdagangan

Whats New
Peluang Bisnis Makanan Diprediksi Tumbuh, Bogasari Dorong Anak Muda Jadi Foodpreneur

Peluang Bisnis Makanan Diprediksi Tumbuh, Bogasari Dorong Anak Muda Jadi Foodpreneur

Whats New
Pemerintah Bangun Kawasan Budidaya Jagung Seluas 1.200 Hektar

Pemerintah Bangun Kawasan Budidaya Jagung Seluas 1.200 Hektar

Whats New
Biaya Dana BRI Sentuh 2,14 Persen, Terendah Sepanjang Sejarah

Biaya Dana BRI Sentuh 2,14 Persen, Terendah Sepanjang Sejarah

Whats New
Revisi UU Cipta Kerja, Bagaimana Dampaknya terhadap Pasar Modal?

Revisi UU Cipta Kerja, Bagaimana Dampaknya terhadap Pasar Modal?

Earn Smart
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.