Harga Gabah Anjlok, Bulog dan PPI Diminta Segera Serap Produksi Petani

Kompas.com - 01/02/2017, 19:38 WIB
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman usai menjadi pembicara dalam acara Workshop Komunikasi Publik Kementerian Pertanian, di IPB International Convention Center, Selasa (31/1/2017)  Kontributor Bogor, Ramdhan Triyadi BempahMenteri Pertanian Andi Amran Sulaiman usai menjadi pembicara dalam acara Workshop Komunikasi Publik Kementerian Pertanian, di IPB International Convention Center, Selasa (31/1/2017)
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorM Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah menggelar rapat koordinasi terkait masalah pangan di Kantor Koordinator Perekonomian, Jakarta, Rabu (1/2/2017).

Usai rapat, Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan bahwa pemerintah akan berupaya secepat mungkin menyelesaikan masalah anjloknya harga gabah di tingkat petani di sejumlah daerah. "Ada tujuh kabupaten yang harganya jatuh, jadi kami segera bergerak cepat," ujar Amran.

Pemerintah meminta agar Bulog dan Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) untuk bergerak cepat untuk membeli gabah dari petani dengan harga sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP).

Saat ini, harga gabah di tujuh kabupaten ada di kisaran Rp 3.500 per kilogram. Padahal pada awal Januari harganya bisa mencapai Rp 4.000 hingga Rp 5.000 per kilogram.

Selain harga gabah, pemerintah juga memperhatikan harga bawang yang juga ikut jatuh. Padahal tuturnya, pemerintah sudah membangun lumbung bawang 100 hektar di Solok, Sumatera Barat.

"Yang penting kami dorong Bulog dan PPI (Perusahaan Perdagangan Indonesia) untuk bergerak cepat," kata Amran.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.