Kompas.com - 02/02/2017, 05:45 WIB
Buruh tani memanen cabai rawit di Desa Perbawati, Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (8/12/2016). KOMPAS.com/BUDIYANTOBuruh tani memanen cabai rawit di Desa Perbawati, Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (8/12/2016).
|
EditorM Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Sayur dan Tanaman Obat Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian, Yanuardi, mengatakan, pada bulan Februari 2017 akan ada panen cabai rawit merah di  Kediri, Jawa Timur. "Di Kediri, cabai rawit merah seluas 2.500 hektar akan panen mulai bulan ini," ujar Yanuardi kepada Kompas.com, Rabu (1/2/2017).

Dia menjelaskan, pada akhir bulan Januari 2017 harga cabai sempat mengalami penurunan. "Tanggal 27 Januari kemarin harga sempat turun di Pasar Induk Kramat Jati, menjadi Rp 80.000 per kilogram, tetapi dua hari ini naik lagi karena di daerah hujan sehingga sulit panen," jelasnya.

Berdasarkan data Kementan pada bulan Februari 2017 hingga akhir Mei komoditas cabai rawit merah akan mengalami panen pada beberapa wilayah sentra cabai. Seperti di Kecamatan Kepung, Desa Bosowo akan panen 50 hektar, Desa Kebonrejo 150 hektar, Desa Kampung Baru 100 hektar, Desa Kepung 50 hektar, dengan total lahan 350 hektar.

Selain itu di Kecamatan Puncu, Desa Sukmoro akan panen 250 hektar, Desa Satak 200 hektar, Desa Sidomulyo 250 hektar, Desa Wonorejo 100 hektar, Desa Dampit 50 Hektar, dengan total luas lahan yang akan panen 650 hektar.

"Jadi total ada 1.000 hektar, dan masih ada 500 hektar lagi di beberapa lokasi lain di Kediri, seperi daerah Mojokerto, Banyuwangi, Blitar," ungkap Yanuardi.

Sementara dari data Kementan untuk kebutuhan pada Februari 2017 diprediksi mencapai 68.368 ton, sedangkan prediksi produksi dalam kondisi cuaca normal sebesar 73.757 ton. "Tetapi masalahnya sekarang iklim seperti ini (hujan)," tambahnya.

Sementara itu, guna mengantisipasi lonjakan harga cabai, saat ini Kementan tengah bersinergi dengan beberapa lembaga terkait agar distribusi cabai dapat terlaksana dengan baik dan mengoptimalkan subsidi silang. Artinya dari sentra-sentra cabai yang mengalami panen atau produksinya berlebih dan harganya murah akan dipasok kepada daerah yang membutuhkan terutama daerah-daerah yang memiliki harga jual cabai tinggi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kami antisipasi dengan distribusi (cabai) dari sentra-sentra yang harga murah dibawa ke harga yang tinggi, ini dilakukan bersama Bulog dan PPI," pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.