Sri Mulyani: Industri Sawit Bisa Menguntungkan dan Merugikan

Kompas.com - 02/02/2017, 16:09 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (23/1/2017) Yoga SukmanaMenteri Keuangan Sri Mulyani di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (23/1/2017)
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memandang industri sawit memberikan pemasukan besar ke negara. Namun, dari isu lingkungan dan sosial industri ini kerap diterpa kampanye hitam dari beberapa kalangan penggiat lingkungan.

"Dari sisi benefit kelapa sawit menguntungkan, tapi fenomena kebakaran hutan patut dipertanyakan apakah imbang dengan sisi ekonomi yang dihasilkan," ujar Sri Mulyani di Jakarta, Kamis (2/2/2017).

Menurut mantan Direktur Bank Dunia ini, hasil survei Bank Dunia menunjukkan bahwa dimensi negatif soal fenomena kebakaran besar yang kerap terjadi akibat konversi lahan menjadi perkebunan sawit mencapai 10 persen pemicu kebakaran hutan.

Sri Mulyani memperkirakan bahwa kerugian akibat kebakaran hutan dan kabut asap setara 1,9 persen GDP 2015.

Selain kebakaran hutan yang menimbulkan kematian, musibah itu juga menyebabkan ekspor produk sawit terhenti dan diperkirakan kerugian saat itu mencapai Rp 54 triliun.

"Jadi bukan hanya kalkulasi ekonomi dan financing saja. Tapi kelapa sawit sudah jadi headline di seluruh dunia sekarang," terangnya.

Maka dari itu, guna meminimalisir kejadian-kejadian yang timbul dari kebakaran hutan, Sri Mulyani berharap, penanaman perkebunan harus dipersiapkan dengan sebaik mungkin. Caranya dengan melakukan standarisasi perkebunan sawit melalui penerapan Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Yang harus dilakukan perbaiki tata kelola baik dari hulu sampai hilir. Tujuannya supaya seluruh dimensi apakah manusia, petani, pekerja, dimensi ekonomi dan sosial bisa terus berjalan," pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.