Kompas.com - 04/02/2017, 08:00 WIB
Ilustrasi harga emas. thinkstockphotosIlustrasi harga emas.
Penulis Aprillia Ika
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketidakpastian perekonomian akibat aneka kebijakan Presiden Ameriia Serikat (AS) Donald Trump memberikan berkah bagi safe haven emas.

Logam mulia ini kembali bersinar memasuki level tertinggi dalam tiga pekan, yakni di atas 1.220 dollar AS per troy ounce pada sesi perdagangan Kamis (2/2/2017).

"Emas sepertinya kembali menjadi primadona di jangka pendek dan diprediksi semakin meningkat karena investor menghindari aset berisiko," ujar Lukman Otunuga, Research Analyst FXTM, melalui rilis ke Kompas.com.

Menurut dia, peningkatan emas terancam dibatasi oleh data upah pada Jumat waktu setempat.

Selain itu, menurut Lukman, posisi poundsterling yang rentan juga memperkuat posisi emas.

"Secara teknikal, trader bullish dapat memanfaatkan breakout di atas 1.220 dollar AS per troy ounce untuk mengantarkan harga emas menuju 1.230 per troy ounce," kata dia.

Kompas TV Sampai Kapan Harga Emas Naik?
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.