Dikabarkan Mundur sebagai Dirut Freeport, Ini Kata Chappy Hakim

Kompas.com - 18/02/2017, 13:14 WIB
Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Chappy Hakim di Depok, Jumat (27/1/2017). Iwan SupriyatnaPresiden Direktur PT Freeport Indonesia, Chappy Hakim di Depok, Jumat (27/1/2017).
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorM Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com - Isu panas kembali datang dari PT Freeport Indonesia. Direktur Utama perusahaan tambang yang asal Amerika Serikat (AS) itu, Chappy Hakim, dikabarkan mengajukan pengunduran diri.

Kepada Kompas.com, Chappy memang belum mau blak-blakan soal kabar tersebut. Tetapi, ia mengungkapkan sedang mengalami masalah yang tidak ringan saat ini.

"Saya sedang coba selesaikan masalah berat Ini satu persatu," ujarnya, Sabtu (18/2/2017). Sayangnya, mantan Kepala Staf Angkatan Udara itu masih menutup pintu untuk mengungkapkan masalahnya.

Hanya, ia menuturkan, tak ingin masalah berat yang dihadapinya sebagai Dirut Freeport menimbulkan gejolak yang lebih besar.

Dihubungi terpisah, Juru Bicara Freeport Indonesia Riza Pratama mengatakan, belum bisa berkomentar terkait kabar mundurnya Chappy Hakim. Sementara itu Staf Khusus Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral Hadi M Djuraid hanya mengetahui selentingan kabar ihwal mundurnya Chappy sebagai Dirut Freeport Indonesia.

Chappy sebenarnya belum lama menjabat sebagai Dirut Freeport Indonesia. Tercatat, ia resmi menukangi perusahaan tambang asal AS itu sejak November 2016. Sebelumnya, posisi Dirut Freeport Indonesia kosong sejak Januari 2016 lalu. Sebelum Chappy, posisi tersebut diisi oleh Maroef Sjamsoeddin.

Belakangan, Freeport Indonesia kembali disorot tajam lantaran mengajukan sejumlah permintaan terkait perubahan status Kontrak Karya (KK) menajdi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain meminta adanya jaminan kepastian usaha jangka panjang, perusahaan asal Amerika Serikat itu juga ingin tarif pajak sifatnya tetap, bukan fluktuatif mengikuti pergantian pemerintahan.

Perusahaan tambang tersebut juga telah mulai merumahkan karyawannya lantaran ekspor konsentratnya terhenti sementara.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.