Kompas.com - 07/03/2017, 14:30 WIB
Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio di Jakarta, Rabu (22/2/2017). Iwan Supriyatna/Kompas.comDirektur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio di Jakarta, Rabu (22/2/2017).
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com – Perusahaan di bidang securities financing PT Pendanaan Efek Indonesia (PEI) memiliki dua produk baru yang ditawarkan setelah produk pertama, fasilitas pembiayaan transaksi margin.

PEI ini adalah perusahaan patungan antara PT Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

Produk pertama PEI, fasilitas pembiayaan transaksi margin, akan mulai beroperasi April 2017. (Baca: BEI Siapkan Rp 4 Triliun untuk Danai Broker Bertransaksi Margin)

Sedangkan kedua produk baru PEI yaitu, fasilitas pembiayaan untuk pinjam saham dari investor ke sekuritas (lending and borrowing saham) dan fasilitas pembiayaan penjaminan emisi IPO di perusahaan sekuritas.

Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia Tito Sulistio mengatakan, kedua produk akan mulai beroperasi September dan awal tahun depan.

“September mungkin lending and borrowing saham sudah mulai. Fasilitas untuk IPO mungkin perlu setahun ke depan,” kata Tito di Jakarta, Selasa (7/3/2017).

Tito mengatakan, dalam fasilitas lending and borrowing saham ini anggota bursa atau broker bisa menjaminkan portofolio sahamnya ke PEI, jika ingin mengajukan pembiayaan untuk transaksi margin.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Jika dia pinjam (dari PEI), dia jaminkan saham dulu, baru nanti beli. Tetapi ini bukan short selling,” tegas Tito.

Sedangkan, dalam fasilitas pembiayaan penjaminan emisi IPO, PEI akan memberikan pembiayaan untuk anggota bursa yang akan melakukan penjaminan emisi, khususnya IPO.

Kompas TV Bursa Efek Indonesia, semakin gencar merangkul investor muda dengan membuka galeri investasi di Universitas Multimedia Nusantara. Galeri investasi yang diresmikan ini menjadi yang pertama dibuka dari target 60 galeri. Selanjutnya galeri investasi serupa akan dibangun di kampus lain. Sampai saat ini BEI mencatat 8% dari total investor yang merupakan rentang usia 20-40 tahun. Maka, mahasiswa masuk dalam golongan besar ini sudah ada sekitar 20 mahasiswa UMN yang berinvestasi saham
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.