Tak Hadir dalam Sidang Kasus e-KTP, Ini Pen jelasan Agus Martowardojo

Kompas.com - 16/03/2017, 12:57 WIB
Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus DW Martowardojo di Kantor Kementerian Keuangan, Senin (6/3/2017). KOMPAS.com/SAKINA RAKHMA DIAH SETIAWANGubernur Bank Indonesia (BI) Agus DW Martowardojo di Kantor Kementerian Keuangan, Senin (6/3/2017).
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo dijadwalkan menjadi saksi dalam sidang kasus kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) pada hari ini, Kamis (16/3/2017).

(Baca: Sidang Kasus E-KTP, Gamawan Fauzi hingga Agus Martowardojo Dijadwalkan Jadi Saksi)

Mengapa kemudian Agus Martowardojo berhalangan hadir?

Direktur Departemen Komunikasi BI Andiwiana menjelaskan, Agus Martowardojo telah mengajukan permohonan penjadwalan ulang pemberian kesaksian pada tanggal 30 Maret 2017 mendatang.

Pasalnya, pada hari ini Agus Martowardojo harus memimpin Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI. Sesuai dengan amanat Undang-undang Bank Indonesia Nomor 23 tahun 1999, RDG BI dipimpin oleh Gubernur BI.

Pelaksanaan RDG dalam UU dimaksud adalah salah satu bentuk akuntabilitas BI kepada masyarakat dalam mengelola stabilitas moneter.

Lebih lanjut diatur bahwa rapat sudah dijadwalkan dan diumumkan waktu pelaksanaannya di setiap awal tahun untuk memberikan kepastian pengambilan keputusan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Untuk bulan Maret, rapat dimaksud terjadwal dilaksanakan dan keputusan diumumkan pada hari ini," ujar Andiwiana dalam pernyataan resminya, Kamis.

Di samping itu, imbuh Andiwiana, Agus Martowardojo telah pula berkomitmen dan menjadwlakan untuk hadir mewakili Indonesia dalam rapat "G20 ministry of Finance and Central Bank Governor."

Acara itu digelar pada tanggal 17 hingga 19 Maret 2017 di Jerman.

"Untuk itu beliau akan melakukan perjalanan ke rapat tersebut nanti malam. Menurut rencana, dari Jerman beliau akan melanjutkan tugas untuk rapat bersama Bank for Internasional Settlement di Swiss pada tanggal 20 dan 21 Maret 2017," jelas Andiwiana.

(Baca: Sri Mulyani Telusuri Anggaran Proyek E-KTP yang Jadi Bancakan )

Kompas TV Hari ini, sidang lanjutan kasus dugaan korupsi proyek KTP Elektronik kembali digelar.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.