Menhub Berharap Pelabuhan Sintete Bisa Dikelola Pelindo II

Kompas.com - 18/03/2017, 09:27 WIB
Menhub Budi Karya di Semarang, Rabu (22/2/2017) Dok. KemenhubMenhub Budi Karya di Semarang, Rabu (22/2/2017)
|
EditorAprillia Ika

SAMBAS, KOMPAS.com - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi meminta PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau Pelindo II untuk meningkatkan produktivitas Pelabuhan Sintete, di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, yang saat ini dinilai masih kurang produktif.

"Saya sengaja datang kesini untuk melihat apa permasalahannya. Setelah saya lihat memang produktivitasnya belum maksimal," kata Menhub Budi Karya saat meninjau Pelabuhan Sintete, Kalimantan Barat, Jumat (17/3/2017).

Budi Karya mengatakan, nantinya Pelabuhan Sintete yang saat ini dikelola Unit Pelaksana Teknis (UPT) Ditjen Perhubungan Laut Kemenhub, akan dilimpahkan pengelolaannya kepada Pelindo II.

Untuk itu mantan Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) ini berharap, produktivitas pelabuhan Sintete semakin meningkat.

Lebih lanjut, Menhub Budi Karya mengungkapkan, bahwa saat ini jumlah kapal yang menuju ke pelabuhan Sintete masih sedikit, paling banyak hanya delapan kapal yang bersandar dalam kurun waktu satu bulan.

"Jika rata-rata cuma 8 kapal sebulan kesini dan perkapalnya hanya bayar Rp 2 juta, pendapatan perbulan hanya Rp 16 juta. Setahun cuma berapa, jika itu terjadi terus-menerus produktivitas pasti akan menurun terus," ungkap Menhub Budi Karya.

Menurutnya, beberapa hal yang menyebabkan produktivitas Pelabuhan Sintete rendah, salah satunya yaitu masih lamanya waktu bongkar muat kapal.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sehingga, para pemilik kapal yang akan datang berfikir dua kali untuk singgah di Sintete dan memilih untuk sandar di Pelabuhan lainnya, seperti di pelabuhan Pontianak.

Oleh karena itu, Budi Karya meminta Pelindo II untuk segera menginvestasikan peralatan yang ada untuk meningkatkan produktivitas bongkar muat.

"Produktivitas itu kumulatif sifatnya. Makin tidak produktif bongkar muatnya, kapal makin tidak mau kesini. Sebaliknya jika makin produktif, makin banyak kapal yang akan kesini. Kita ingin waktu sandar itu maksimal dua hari. Jadi perbulannya di dua tempat sandar bisa hingga 30 kali kapal bisa sandar. Sehingga secara overall pelabuhan ini meningkat produktivitasnya," tuturnya.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.