Cegah Penyalahgunaan, BI Sempurnakan Ketentuan Bilyet Giro

Kompas.com - 20/03/2017, 17:19 WIB
Bank Indonesia KOMPAS IMAGES/DHONI SETIAWAN Bank Indonesia
|
EditorM Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Indonesia (BI) menyempurnakan ketentuan mengenai transaksi bilyet giro. Ketentuan tersebut dirangkum dalam Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 18/41/PBI Tanggal 21 November 2016 dan Surat Edaran (SE) BI Nomor 18/32/DPSP Tanggal 29 November 2016.

Direktur Eksekutif Kepala Departemen Penyelenggaraan Sistem Pembayaran BI Dyah Virgoana Gandhi menjelaskan, ada beberapa latar belakang bank sentral melakukan penyempurnaan ketentuan bilyet giro. Alasannya adalah kerap terjadi penyelewengan dengan berbagai modus.

"Pertama, terdapat praktik pemindahtanganan bilyet giro dengan cara mengosongkan nama dan nomor rekening penerima," jelas Dyah dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (20/3/2017).

Di samping itu, terdapat praktik penggunaan bilyet giro sebagai sarana perintah transfer kredit. Caranya adalah penunjukkan bilyet giro dilakukan sendiri oleh penarik untuk ditransfer ke rekening penerima.

Ada pula praktik penyalahgunaan bilyet giro. Modusnya adalah memanipulasi pengisian data pada warkat asli. Adapun perbedaan antara ketentuan lama dan ketentuan baru adalah pada ketentuan lama, bilyet giro berlaku selama 70 hari plus 6 bulan, sementara pada ketentuan baru berlaku hanya 70 hari.

Syarat formal pada ketentuan lama adalah tempat dan tanggal penarikan serta tanda tangan penarik. Pada ketentuan baru disyaratkan tanggal penarikan, tanda tangan basah penarik, dan tanggal efektif.

Di samping itu, pada ketentuan lama bilyet giro bisa diserahkan oleh pihak selain penerima, sementara pada ketentuan baru bilyet giro harus diserahkan sendiri oleh penerima atau kuasanya.

Pada ketentuan lama, syarat formal bilyet giro bisa diisi oleh pihak lain. Akan tetapi, pada ketentuan baru syarat formal harus diisi oleh penarik pada saat penerbitan bilyet giro.

"Pada ketentuan yang lama, jumlah koreksi tidak dibatasi. Di ketentuan yang baru, jumlah koreksi maksimal tiga kali, pada seluruh field kecuali tanda tangan," ujar Dyah. Ia menyatakan, ketentuan baru mengenai bilyet giro ini berlaku sejak tanggal 1 April 2017.

Bilyet giro yang diterbitkan sebelum PBI tersebut berlaku tetap dapat dibayarkan sampai berakhirnya masa berlaku bilyet giro. "Bilyet giro dengan format lama masih dapat digunakan paling lambat 31 Desember 2017," tutur Dyah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tahan Harga Pertalite, Kas Pertamina Bisa Tekor Rp 190 Triliun

Tahan Harga Pertalite, Kas Pertamina Bisa Tekor Rp 190 Triliun

Whats New
Serap Ide Masyarakat, IWIP Berikan Alat Tangkap Perikanan kepada 20 Nelayan di Halmahera Timur

Serap Ide Masyarakat, IWIP Berikan Alat Tangkap Perikanan kepada 20 Nelayan di Halmahera Timur

Rilis
IHSG Diprediksi Menguat Jelang Akhir Pekan, Simak Rekomendasi Sahamnya

IHSG Diprediksi Menguat Jelang Akhir Pekan, Simak Rekomendasi Sahamnya

Whats New
Bitcoin dkk Menguat, Cek Harga Kripto Hari Ini

Bitcoin dkk Menguat, Cek Harga Kripto Hari Ini

Whats New
Usai Jokowi Resmi Cabut Larangan Ekspor CPO, Organisasi Petani Kelapa Sawit Minta Pembenahan Regulasi di BPDPKS

Usai Jokowi Resmi Cabut Larangan Ekspor CPO, Organisasi Petani Kelapa Sawit Minta Pembenahan Regulasi di BPDPKS

Whats New
Wall Street Berakhir Merah, Investor Masih Lakukan Aksi Jual, Saham–saham Retail Masih Tertekan

Wall Street Berakhir Merah, Investor Masih Lakukan Aksi Jual, Saham–saham Retail Masih Tertekan

Whats New
SPKS Sambut Baik Keputusan Jokowi Cabut Larangan Ekspor Minyak Goreng

SPKS Sambut Baik Keputusan Jokowi Cabut Larangan Ekspor Minyak Goreng

Whats New
Syarat dan Biaya Cabut Berkas Motor Tanpa Calo

Syarat dan Biaya Cabut Berkas Motor Tanpa Calo

Spend Smart
Keran Ekspor CPO dan Minyak Goreng Dibuka Lagi, GAPKI: Terima Kasih Bapak Presiden

Keran Ekspor CPO dan Minyak Goreng Dibuka Lagi, GAPKI: Terima Kasih Bapak Presiden

Whats New
E-Toll Bakal Diganti MLFF Buat Bayar Tol, Bagaimana Nasib Uang Elektronik Perbankan?

E-Toll Bakal Diganti MLFF Buat Bayar Tol, Bagaimana Nasib Uang Elektronik Perbankan?

Whats New
[ POPULER MONEY ] Tarif Listrik Pelanggan 3.000 VA Bakal Naik | Eropa Bingung Bayar Impor Gas dari Rusia

[ POPULER MONEY ] Tarif Listrik Pelanggan 3.000 VA Bakal Naik | Eropa Bingung Bayar Impor Gas dari Rusia

Whats New
Subsidi BBM dan Listrik Bengkak, Sri Mulyani Minta Anggaran Ditambah

Subsidi BBM dan Listrik Bengkak, Sri Mulyani Minta Anggaran Ditambah

Whats New
Dapat Restu Jokowi, Sri Mulyani Siap Naikkan Tarif Listrik Orang Kaya

Dapat Restu Jokowi, Sri Mulyani Siap Naikkan Tarif Listrik Orang Kaya

Whats New
STA Resources Target Ekspansi Perkebunan Sawit hingga 50.000 Hektar 2025

STA Resources Target Ekspansi Perkebunan Sawit hingga 50.000 Hektar 2025

Rilis
Jokowi Cabut Ekspor Minyak Goreng, Ikappi Ungkap Kekecewaan

Jokowi Cabut Ekspor Minyak Goreng, Ikappi Ungkap Kekecewaan

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.