Kompas.com - 21/03/2017, 10:45 WIB
Sebuah Kereta Rel Listrik (KRL) melaju di samping lokasi pembangunan Stasiun Sudirman Baru di Jakarta, Senin (6/3/2017). Stasiun yang terintergrasi dengan stasiun MRT itu hanya akan melayani penumpang dari Stasiun Manggarai menuju bandara Soekarno Hatta melewati Stasiun Sudirman Baru, Duri, dan Batu Ceper sebagai stasiun pemberhentian dan diperkirakan selesai pada tahun 2017. KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNGSebuah Kereta Rel Listrik (KRL) melaju di samping lokasi pembangunan Stasiun Sudirman Baru di Jakarta, Senin (6/3/2017). Stasiun yang terintergrasi dengan stasiun MRT itu hanya akan melayani penumpang dari Stasiun Manggarai menuju bandara Soekarno Hatta melewati Stasiun Sudirman Baru, Duri, dan Batu Ceper sebagai stasiun pemberhentian dan diperkirakan selesai pada tahun 2017.
Penulis Achmad Fauzi
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional atau Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjomegoro menyatakan pembangunan moda transportasi masal seperti Mass Rapid Transportation (MRT) bukan untuk gagah-gagahan.

Menurut dia, pembangunan MRT yakni untuk mengurai dan mengurangi kemacetan di Jakarta. Hal ini dinyatakannya saat Bambang melakukan peninjauan pembangunan Proyek MRT, di Stasiun 13 yang berada di kawasan Bunderan HI Jalan Sudirman, Senin (20/3/2017).

"Sebenarnya solusi untuk mengatasi kemacetan itu banyak alternatifnya. Namun yang paling penting adalah perbaikan sistem transportasi massal," ujar Bambang dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (21/3/2017). 

Bambang menuturkan, pembangunan MRT menjadi bagian dari upaya memperbaiki sistem transportasi massal.

Selain itu, kata dia, MRT tidak sekadar alat transportasi, tetapi juga sarana pendorong pengembangan dan aktivitas ekonomi di Jakarta lantaran nanti di stasiun-stasiun MRT bisa dikembangkan sebagai pusat bisnis dan perbelanjaan.  

"Pengoperasian MRT termasuk pembangunannya, memang harus mendapat dukungan penuh pemerintah," katanya. 

Bambang menambahkan, pembagunan MRT fase II, Utara-Selatanakan melanjutkan pinjaman dari pemerintah Jepang dengan skema persis seperti fase I. Sementara untuk Fase Barat-Timur, merupakan tahap pengembangan berikutnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Saat ini, kata dia,  pemerintah masih akan melihat berbagai opsi pendanaan dan teknologi yang terbaik. 

"Jadi, kita ingin mengawinkan pendanaan dan teknologi terbaik, baik dari aspek kualitas MRT-nya, maupun juga dari segi pendanaannya," pungkas Bambang.

Sekadar informasi, pembangunan MRT terbagi beberapa fase. Fase I yakni rute Lebak Bulus-Bundaran HoteI Indonesia. Pembangunan fase I ini ditargetkan selesai pada 2019.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.