Ini Masalah yang Dihadapi Dana Pensiun Kecil untuk Berinvestasi di Proyek

Kompas.com - 21/03/2017, 13:06 WIB
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengelola dana pensiun (Dapen) di negara-negara maju telah sukses menjadi salah satu sumber pembiayaan jangka panjang untuk berbagai proyek pembangunan.

Beberapa waktu lalu, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang PS Brodjonegoro pun mencontohkan sejumlah negara yang proyek pembangunannya didanai dari Dapen.

(Baca: Dana Pensiun di Negara-negara Ini Bisa Biayai Infrastruktur Ribuan Triliun Rupiah)

Namun, di Indonesia penempatan investasi Dapen masih terbilang konvensional. Padahal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga telah mendorong melalui regulasi yakni POJK Nomor 1/2016.

Menurut Direktur Eksekutif Perkumpulan Asosiasi Dana Pensiun Indonesia (ADPI) Bambang Sri Muljadi, ada beberapa permasalahan Dapen di Indonesia dalam penempatan investasi, utamanya bagi Dapen kecil.

Pertama, Dapen kecil umumnya memiliki aset kurang dari Rp 200 miliar, di mana aset telah teralokasi pada portfolio yang mempunyai return relatif tinggi. Kedua, sangat sulit untuk menyediakan dana likuid (kas dan setara kas) dalam jumlah yang signifikan). Ketiga, sulit mendapatkan informasi tentang peluang investasi terutama Dapen yang ada di daerah.

"Target yang dibebankan oleh para pendirinya masih cukup tinggi, jauh di atas indikator pertumbuhan ekonomi. Selain itu, pemahaman tentang sekuritisasi juga masih sangat kurang," kata Bambang dalam Sosialisasi Edukasi EBA-SP, di Jakarta, Selasa (20/3/2017).

Berdasarkan data Perkumpulan APDI, total aset Dapen per 31 Januari 2017 mencapai Rp 241,47 triliun. Jumlah Dapen besar dengan aset di atas Rp 1 triliun hanya sebanyak 52 Dapen dengan porsi aset 85,11 persen dari total aset.

Sementara itu, Dapen dengan aset antara Rp 100 miliar hingga Rp 1 triliun ada sebanyak 92 Dapen dengan porsi aset 13,09 dari total aset. Dapen dengan aset di bawah Rp 100 miliar ada 104 Dapen, dengan porsi 1,8 persen dari total aset.

Dalam menyediakan instrumen investasi bagi pengelolaan dana jangka panjang seperti Dapen ini, PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) sendiri miliki produk bernama Efek Beragun Aset berbentuk Surat Partisipasi (EBA-SP).

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Biar Tak Cuma “Numpang” Lewat, Sisihkan Gaji untuk 3 Aktivitas Berikut

Biar Tak Cuma “Numpang” Lewat, Sisihkan Gaji untuk 3 Aktivitas Berikut

BrandzView
Home Credit Raih Pembiayaan Barang Rp 710 Miliar Selama Ramadhan

Home Credit Raih Pembiayaan Barang Rp 710 Miliar Selama Ramadhan

Whats New
Bank Mayapada Angkat Miranda Goeltom Jadi Wakil Komisaris Utama

Bank Mayapada Angkat Miranda Goeltom Jadi Wakil Komisaris Utama

Whats New
Pekerja Migran Indonesia Makin Mudah Ambil dan Kirim Uang dari Luar Negeri

Pekerja Migran Indonesia Makin Mudah Ambil dan Kirim Uang dari Luar Negeri

Rilis
Cara Daftar MyPertamina Tanpa Aplikasi dan 'Smartphone'

Cara Daftar MyPertamina Tanpa Aplikasi dan "Smartphone"

Whats New
Harga Minyak Goreng Kemasan di Indomaret, Alfamart, dan Griya Yogya

Harga Minyak Goreng Kemasan di Indomaret, Alfamart, dan Griya Yogya

Spend Smart
Pro Kontra Cuti Melahirkan 6 Bulan yang akan Disahkan Jadi RUU Inisiatif DPR: Didukung Buruh, Dipusingkan Pengusaha

Pro Kontra Cuti Melahirkan 6 Bulan yang akan Disahkan Jadi RUU Inisiatif DPR: Didukung Buruh, Dipusingkan Pengusaha

Whats New
Pendapatan Negara 2021 Capai 115,5 Persen, Sri Mulyani: Pertama Kali dalam 12 Tahun...

Pendapatan Negara 2021 Capai 115,5 Persen, Sri Mulyani: Pertama Kali dalam 12 Tahun...

Whats New
IHSG Ditutup Menguat di Sesi I, Rupiah Masih Melemah

IHSG Ditutup Menguat di Sesi I, Rupiah Masih Melemah

Whats New
Fokus Bisnis Syariah, Allianz Life Siap 'Spin Off' di 2023

Fokus Bisnis Syariah, Allianz Life Siap "Spin Off" di 2023

Whats New
Beli Elpiji 3 Kg Bakal Gunakan MyPertamina Juga?

Beli Elpiji 3 Kg Bakal Gunakan MyPertamina Juga?

Whats New
Sambut HUT Ke-52, Jamkrindo Dukung Transformasi Digitalisasi UMKM

Sambut HUT Ke-52, Jamkrindo Dukung Transformasi Digitalisasi UMKM

Rilis
Peluang Usaha Jadi Agen Minyak Goreng Rp 14.000, Ini Cara Daftarnya

Peluang Usaha Jadi Agen Minyak Goreng Rp 14.000, Ini Cara Daftarnya

Earn Smart
Produsen Emas Asal Malaysia Berencana Ekspansi ke Indonesia

Produsen Emas Asal Malaysia Berencana Ekspansi ke Indonesia

Whats New
Bina Marga Dapat Anggaran Rp 40,25 Triliun untuk Pembangunan dan Perawatan Infrastruktur

Bina Marga Dapat Anggaran Rp 40,25 Triliun untuk Pembangunan dan Perawatan Infrastruktur

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.