Kemenko Perekonomian Ambilalih Kendali Operasional INSW dari Kemenkeu

Kompas.com - 21/03/2017, 22:16 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi,  melakukan kunjungan kerja ke Kantor Pusat Indonesia National Single Window (INSW) di Gedung Sarana Jaya Jakarta Senin (6/2/2017). Achmad Fauzi/Kompas.comMenteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, melakukan kunjungan kerja ke Kantor Pusat Indonesia National Single Window (INSW) di Gedung Sarana Jaya Jakarta Senin (6/2/2017).
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah berencana memperkuat lembaga Indonesia National Single Window (INSW) untuk menyokong sektor ekspor dan impor nasional. Rencana ini akan tertuang di dalam paket kebajikan ekonomi ke-15.

Menurut Deputi Menko Perekonomian Bidang Koordinasi Perniagaan dan Industri Eddy Putra Irawadi, kendali operasional INSW tidak akan lagi berada di bawah Kementerian Keuangan tetapi di bawah Kantor Kementerian Koordinator Perekonomian.

"Administrasinya di bawah Kementerian Keuangan, (tetapi) kendali operasional di bawah Kemenko Perekonomian," ujar di Kantor Kementerian Perekonomian, Jakarta, Selasa (21/3/2017).

Pengambilalihan kendali operasional dari kemenkeu itu dilakukan untuk memperkuat kelembagaan dan kewenangan INSW. Sebab selama ini INSW mengatur 15 instansi yang terkait dengan ekspor dan impor.

Pemerintah melihat Kementerian Koordinator Perekonomian harus mengambilalih INSW untuk menaungi koordinasi 15 instansi terkait.

"Kalau paket kebijakan itu keluar, itu artinya dia akan independen secara fungsi persis kaya SKK Migas itu punya penganggaran sendiri. Sekarang INSW berada di Bea Cukai," kata Eddy.

Sementara untuk dasar hukumnya, pemerintah akan mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) tentang penguatan kelembagan dan kewenangan INSW. Aturan itu akan di keluarkan bersamaan dengan paket kebijakan ekonomi jilid ke-15.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.