Luhut: Penetapan Batas Atas dan Bawah Taksi "Online" Hindarkan Perang Tarif

Kompas.com - 24/03/2017, 12:17 WIB
Penulis Achmad Fauzi
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan salah satu tujuan penetapan tarif batas atas dan batas bawah pada taksi online agar tidak terjadi perang tarif.

Selain itu, kata Luhut, penetapan tarif ini juga untuk menjaga keseimbangan pasar taksi online.

"Jadi nggak harus perang tarif. Nanti kita cari ekuilibrium, cari untungnya," ujar Luhut di Kantor Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Jakarta, Jumat (24/3/2017).

Menurut Luhut, sebenarnya pemerintah ingin adanya keadilan antara taksi online dan taksi konvensional. Sehingga, bisnis antara keduanya masih terus berjalan.

"Pemerintah ingin membuat berkeadilan. Jangan satu hidup, satu mati harus berkeadilan. Jadi nggak boleh monopoli," katanya.

Meski demikian, dirinya menegaskan bahwa taksi online harus mematuhi Peraturan Menteri (PM) Perhubungan Nomor 32 Tahun 2016 tentang Penyelengaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek itu juga untuk menengahkan kepentingan antara taksi online dan taksi konvesional.

"Kalau nggak mau. Ya jangan tinggal di Indonesia. Pemerintah itu pada posisi mengedepankan supaya semua bisa happy, ini keadilan," tandasnya.

Sebelumnya, pemerintah melalui Kementerian telah merevisi PM 32/2016 tersebut. Terdapat 11 poin yang direvisi dalam peraturan tersebut. Salah satunya mengenai penetapan tarif batas atas dan bawah pada taksi online.

Namun, perusahaan penyedia taksi online menolak penetapan tarif batas atas dan bawah. Menurut perusahaan tarif penetapan tarif seharusnya diserahkan dengan mekanisme pasar.

Artinya, perusahaan penyedia aplikasilah yang menentukan tarif angkutan transportasi online.

(Baca: Ini Penjelasan 11 Poin Revisi PM 32/2016 tentang Taksi "Online")

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.