Menteri ESDM Menampik Adanya PHK Besar-besaran Karyawan Freeport

Kompas.com - 30/03/2017, 17:45 WIB
Menteri ESDM Ignasius Jonan beserta jajarannya melakukan rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI, Kamis (30/3/2017). KOMPAS.com/IWAN SUPRIYATNAMenteri ESDM Ignasius Jonan beserta jajarannya melakukan rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI, Kamis (30/3/2017).
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menampik adanya pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran yang dilakukan oleh PT Freeport Indonesia terhadap 12.000 karyawannya di tanah Papua.

"Yang di-PHK itu sedikit sekali, 29 orang," kata Jonan saat melakukan rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI di Jakarta, Kamis (30/3/2017).

Jonan mengaku, angka tersebut didapatkannya langsung dari Freeport Indonesia yang merupakan perusahaan tambang emas asal Amerika Serikat.

"Karyawan organik Freeport ada sekitar 12.000 karyawan, dari 12.000 itu yang dirumahkan sampai sekarang belum PHK itu 522, itu atas hasil laporan PTFI," tutur Jonan.

Menurut mantan Menteri Perhubungan ini, merumahkan karyawan bagi sebuah perusahaan adalah suatu hal yang wajar. Menurutnya, karyawan yang dirumahkan tersebut akan kembali dipekerjakan ketika operasional perusahaan kembali beroperasi secara normal.

"Ini biasa lah bagian dari korporasi ada yang diberhentikan dan di-hire. Pasti yang dirumahkan akan kembali. Pertambangan bawah tanah ini keahlian yang enggak banyak orang punya. Untuk cari orang ribuan lagi butuh waktu," terangnya.

Untuk itu, agar Freeport Indonesia tidak merumahkan karyawannya dengan waktu lama atau bahkan melakukan PHK, Freeport Indonesia disarankan untuk segera menerima perubahan status Kontrak Karya (KK) menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Mudah-mudahan nanti dalam waktu dekat Freeport bisa menerima IUPK ini tanpa ada kegaduhan lagi," pungkas Jonan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.