Penerimaan Pajak Meleset, BI dan OJK Diminta Buka Rahasia Perbankan

Kompas.com - 31/03/2017, 08:15 WIB
Penulis Ihsanuddin
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun mendorong Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk membuka rahasia perbankan. Tujuannya adalah menggenjot penerimaan negara.

Misbakhun mengatakan, realisasi penerimaan negara dari sektor perpajakan selama tiga tahun terakhir meleset dari target.

"Secara penerimaan, sektor pajak terburuk. Secara persentase menurun,” kata Misbakhun kepada Kompas.com, Selasa (30/3/2017).

Politisi Partai Golkar ini mengatakan, pemerintah memang sudah menerapkan kebijakan pengampunan pajak atau tax amnesty yang bisa menggenjot pendapatan dari pajak. Namun, hasilnya tetap belum bisa menutup kekurangan penerimaan.

Melansir data resmi pemerintah, Misbakhun menjelaskan bahwa target penerimaan pajak pada APBN Perubahan 2016 mencapai  Rp 1.539,2 triliun. Namun, realisasinya hanya sebesar Rp 1.283,5 triliun.

Sedangkan target pajak dalam APBN 2017 dipatok lebih rendah dibanding tahun lalu, yakni di angka Rp 1.498,9 triliun.  Misbakhun menegaskan, kekurangan penerimaan negara jelas berimbas ke pembangunan.

“Kita tahu, pembiayaan penerimaan negara dari sektor pajak," katanya. 

Demi mendongrak penerimaan negara dari sektor perpajakan, Misbakhun mengusulkan pembukaan rahasia perbankan. Hal ini sudah diterapkan di negara lain. 

Misbakhun mengatakan, pembukaan rahasia perbankan akan mendorong pemilik aset untuk taat pajak.  

"Oleh karena itu, OJK dan Bank Indonesia harus mulai memikirkan membuka rahasia perbankan," ujar Misbakhun.

(Baca: Dana Amnesti Pajak Rp 29 Triliun Tak Jadi Masuk Indonesia)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.