Kompas.com - 04/04/2017, 17:30 WIB
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan Logistik (Bulog) menganggarkan Rp 10 miliar untuk membentuk holding Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yaitu PT Mitra BUMDes Nusantara bersama dengan Koperasi Pegawai dan Pensiunan Perum Bulog Seluruh Indonesia (Kopelindo).

Direktur Utama Perum Bulog Djarot Kusumayakti mengatakan, pembentukan holding BUMDes merupakan keinginan pemerintah dalam melakukan pemerataan ekonomi di daerah.

"Ini dari keinginan pemerintah, berawal dari ekonomi yang bekeadilan, saat ini kan timpang antara desa dan kota," ujar Djarot di Kantor Bulog, Jakarta, Selasa (4/4/2017).

Djarot menambahkan, pembentukan holding BUMDes nantinya tidak akan mematikan perekonomian di desa, melainkan memperkuat struktur, manajemen, dan tata kelola BUMDes secara profesional dengan melibatkan BUMN Bulog.

"Di desa itu punya potensi, katakanlah jagung, dan PT Mitra BUMDes Nusantara tidak akan ikut menanam jagung, tetapi fungsi PT Mitra BUMDes Nusantara akan membangun dan menyiapkan infrastuktur pasca panen dan sekaligus menjual hasil panen yang ada," jelasnya.

Selain itu, menurut Djarot pembentukan holding BUMDes merupakan arahan dari Menteri BUMN dan Menteri Desa, dimana holding BUMDes akan menjadi program sinergi antara BUMN dan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.

Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjoyo mengatakan, pembentukan holding BUMDes sebagai jalan untuk menjaga kinerja dan tata kelola BUMDes semakin baik.

“Kenapa ada holding? Untuk moral hazard juga sebenarnya. Saya tidak mau BUMDes yang sudah besar lalu kemudian ada kecenderungan pengelolaan dilakukan kroni oknum pengelola, karenanya ini sebagai bentuk antisipasi,” jelas Eko. Dari data Kemendesa PDTT saat ini ada 14.000 BUMDes yang tersebar di seluruh Indonesia, ditargetkan pada tahun pertama sebanyak 14.000 BUMDes bisa menjadi bagian dari holding BUMDes.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.