Pasca "Tax Amnesty", Kegelapan Perpajakan Tak Otomatis Berakhir

Kompas.com - 06/04/2017, 18:10 WIB
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorM Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani berharap kegelapan perpajakan di Indonesia berakhir pasca program tax amnesty. Namun harapan itu tidak secara otomatis bisa terwujud begitu saja.

Direktur Eksekutif Development of Economics and Finance (INDEF) Enny Sri Hartati mengatakan, kunci terwujud atau tidaknya harapan Sri Mulyani itu ada di tangan Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak.

"Ditjen Pajak harus konsisten menindaklanjuti database yang sudah dikantongi," ujarnya di Kantor Indef, Jakarta, Kamis (6/4/2017).

Bentuk tindak lanjut pasca tax amnesty bisa dilakukan bertahap. Dalam waktu dekat, yang bisa dilakukan adalah penerapan hukum sesuai Pasal 18 Undang-undang Pengampunan Pajak.

Berdasarkan aturan tersebut, wajib pajak yang tidak ikut tax amnesty dan ditemukan harta yang tidak dimasukkan ke SPT akan terkena sanksi administrasi perpajakan sebesar 200 persen.

"Sekarang dimulai saja dulu shock therapy, jangan hanya omong doang karena Ditjen Pajak sudah punya data," kata Enny.

Penegakkan hukum itu, tutur ia, tidak perlu menunggu pemberlakuan Automatic Exchange of Information (AEoI) pada 2018 nanti. Sebab tutur Enny, Ditjen Pajak mengatakan sudah memiliki data lengkap wajib pajak pasca tax amnesty.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.