Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Harga Emas Antam Mengekor Penguatan di Pasar "Spot"

Kompas.com - 09/04/2017, 12:10 WIB
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Trend penguatan harga emas di pasar spot sepanjang kuartal I 2017 juga diikuti oleh emas keluaran PT Antam Tbk.

Dalam 3 bulan pertama, emas batangan yang dipasarkan di Tanah Air itu berhasil mendulang kenaikan. Bahkan harga beli kembalinya pun terkerek cukup signifikan.

Mengutip www.logammulia.com, Sabtu (8/4/2017) harga jual emas antam merangkak Rp 1.000 per gram menjadi Rp 590.000 per gram dibanding sehari sebelumnya. Selama kuartal I, harga jualnya sempat melambung hingga Rp 598.000 per gram dan terendah di harga Rp 577.000 per gram.

Deddy Yusuf Siregar, analis PT Asia Tradepoin Futures mengatakan penguatan harga emas Antam di awal tahun ini memang mengikuti pergerakan emas di pasar spot yang cukup positif. Selama kuartal I emas kontrak pengiriman Juni 2017 di Commodity Exchange mengalami kenaikan hingga 7,81 persen.

Menurutnya, di awal tahun emas spot meningkat karena kekhawatiran kondisi geopolitik menjelang pemilu di Belanda, Prancis dan Jerman.

“Belum lagi setiap tahunnya di awal tahun permintaan emas domestik maupun global selalu ditopang dengan perayaan tahun baru China,” ungkapnya.

Ia memperkirakan trend penguatan ini masih akan berlanjut hingga kuartal II. Selain dipengaruhi pemilu Prancis pada akhir April dan ketidakjelasan kebijakan pemerintahan Presiden Donald Trump, langkah Amerika Serikat (AS) yang meluncurkan rudal jelajahnya ke Suriah juga semakin meningkatkan ketidakpastian.

Di lain pihak, Alwi Assegaff, analis PT Global Kapital Investama Berjangka melihat pengaruh peristiwa tersebut tidak akan berlangsung singkat. Menurutnya serangan rudal AS berpotensi memicu reaksi Iran dan Rusia sebagai sekutu Rusia. Jika kondisi terus memanas tidak menutup kemungkinan akan terjadi konflik di Timur Tengah.

“Kalau ada potensi perang, dollar AS akan melemah. Biasanya emas spot dan emas Antam akan sejalan mengalami penguatan,” tutupnya. (RR Putri Werdiningsih)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Sumber KONTAN
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BERITA FOTO: Sri Mulyani Optimis Pertumbuhan Ekonomi RI di Atas 5 Persen

BERITA FOTO: Sri Mulyani Optimis Pertumbuhan Ekonomi RI di Atas 5 Persen

Whats New
Ada Isu Biaya Haji Naik, Pegadaian Tawarkan Produk Pembiayaan Arrum Haji

Ada Isu Biaya Haji Naik, Pegadaian Tawarkan Produk Pembiayaan Arrum Haji

Rilis
Cara Daftar BBM Subsidi Pertamina Tanpa Aplikasi dan Syaratnya

Cara Daftar BBM Subsidi Pertamina Tanpa Aplikasi dan Syaratnya

Work Smart
BERITA FOTO: Fasilitas Data Center Area31 Resmi Beroperasi

BERITA FOTO: Fasilitas Data Center Area31 Resmi Beroperasi

Whats New
PUPR Kebut Pembangunan Akses Jalan di Labuan Bajo Sebelum Pelaksanaan ASEAN Summit

PUPR Kebut Pembangunan Akses Jalan di Labuan Bajo Sebelum Pelaksanaan ASEAN Summit

Rilis
IFG Targetkan Proses Migrasi Polis Jiwasraya Bisa Rampung Tahun Ini

IFG Targetkan Proses Migrasi Polis Jiwasraya Bisa Rampung Tahun Ini

Whats New
Imbas Merosotnya Bisnis Penjualan Ventilator, Philips akan PHK 6.000 Karyawannya

Imbas Merosotnya Bisnis Penjualan Ventilator, Philips akan PHK 6.000 Karyawannya

Whats New
Sri Mulyani Yakin Ekonomi RI Tetap Kuat meski IMF Pangkas Proyeksi Pertumbuhan

Sri Mulyani Yakin Ekonomi RI Tetap Kuat meski IMF Pangkas Proyeksi Pertumbuhan

Whats New
Menteri Teten: Inkubator Wirausaha Penting untuk Mengembangkan Usaha

Menteri Teten: Inkubator Wirausaha Penting untuk Mengembangkan Usaha

Whats New
Pastikan Ketersediaan Beras Aman, Mentan SYL: Januari-Maret Ada Overstock 3 Juta Ton

Pastikan Ketersediaan Beras Aman, Mentan SYL: Januari-Maret Ada Overstock 3 Juta Ton

Whats New
Kelanjutan Kasus Wanaartha Life, 600 Nasabah yang Mewakili 1.400 Polis Sudah Daftar ke Tim Likuidasi

Kelanjutan Kasus Wanaartha Life, 600 Nasabah yang Mewakili 1.400 Polis Sudah Daftar ke Tim Likuidasi

Whats New
Minyakita Langka, ID Food Minta Produsen Genjot Produksi

Minyakita Langka, ID Food Minta Produsen Genjot Produksi

Whats New
Bank Mandiri Salurkan Kredit Rp 1.202 Triliun di 2022, Paling Banyak Segmen Korporasi

Bank Mandiri Salurkan Kredit Rp 1.202 Triliun di 2022, Paling Banyak Segmen Korporasi

Whats New
Papan Pemantauan Khusus akan Meluncur Tahun Ini

Papan Pemantauan Khusus akan Meluncur Tahun Ini

Whats New
Dipanggil Jokowi ke Istana, Buwas: Bahas Harga Beras, Bukan 'Reshuffle'

Dipanggil Jokowi ke Istana, Buwas: Bahas Harga Beras, Bukan "Reshuffle"

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+