Awasi Kinerja Waskita Karya, Mantan Kapolri Digaji Rp 62,55 Juta Per Bulan

Kompas.com - 12/04/2017, 07:11 WIB
Presiden Komisaris PT Waskita Karya Badrodin Haiti di Istana Negara, Jakarta, Jumat (17/2/2017). IhsanuddinPresiden Komisaris PT Waskita Karya Badrodin Haiti di Istana Negara, Jakarta, Jumat (17/2/2017).
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Badrodin Haiti pada 25 November 2016 lalu resmi diangkat sebagai Komisaris Utama di PT Waskita Karya (Persero) Tbk.

Pria kelahiran Paleran, Umbulsari, Jember, Jawa Timur 24 Juli 1958 ini diangkat para pemegang saham mayoritas melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Sebagai Komisaris Utama di BUMN konstruksi, tugas Badrodin meliputi pengawasan dan memberi masukan atas implementasi strategi bisnis. Kemudian mendorong penguatan manajemen risiko dan pengendalian internal untuk memastikan produktivitas Perseroan agar berjalan dengan baik.

Dengan tugas baru yang diembannya itu, ayah dari dua orang putra ini mendapatkan gaji sebesar Rp 62,55 juta per bulan dari Waskita Karya.

Namun, Badrodin Haiti tidak mendapatkan tunjangan berupa THR, komunikasi, santunan purna jabatan, pakaian dan transportasi. Tetapi, Badrodin mendapatkan fasilitas kesehatan sebesar Rp 62,55 juta per tahun.

Sebelum menjabat sebagai Komisaris Utama Waskita Karya, Badrodin Haiti adalah Perwira Tinggi Kepolisian Republik Indonesia dengan jabatan terakhir sebagai Kapolri dengan periode masa jabat 2015 hingga 2016 dan pernah menduduki jabatan penting antara lain, Kapolda Jawa Timur periode 2010 hingga 2011, Kapolda Sumatera Utara periode 2009 hingga 2010, Kapolda Sulawesi Tengah periode 2006 hingga 2008, Kapolda Banten periode 2004 hingga 2005.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno pada saat berkunjung ke Cirebon beberapa waktu lalu mengatakan, mengingat proyek-proyek yang tengah dikerjakan Waskita Karya berkaitan dengan pembebasan lahan, maka dibutuhkan sosok yang mampu mengawal proyek-proyek tersebut agar berjalan dengan mulus.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Saya sebagai pemegang saham ya, Waskita Karya itu banyak sekali membangun jalan tol. Waskita juga saya dorong untuk membangun transmisi PLN, yang mereka sekarang lagi membangun 500 km di Sumatera. Sebentar lagi tambah 285 km lagi. Nah ini tidak terlepas urusannya secara hukum banyak pembebasan lahan," kata Rini kepada wartawan beberapa waktu lalu di Cirebon.

Rini berharap, dengan jabatan Badrodin Haiti di Waskita Karya sebagai Komisaris Utama, mampu membantu mengawal proses pembebasan lahan dan yang berkaitan dengan hukum.

"Kami melihat Pak Badrodin sebagai mantan Kapolri bisa membantu kami juga di lapangan. Itu yang kita harapkan. Penegakan hukum," tutur Rini.

Meski pengangkatannya berdasarkan usulan Rini secara langsung kepada para pemegang saham, mantan Kapolri ini diminta untuk tidak secara langsung berkecimpung di operasional perusahaan. Badrodin diminta untuk menjalankan tugas dan fungsinya sebagai pengawas.

"Permintaan saya. Terus terang sebenarnya sudah mencari sejak lama calonnya. Yang pasti harus menerapkan fungsinya sebagai pengawas, jangan berkecimpung ke operasional perusahaan," pungkas Rini.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.