Jonan: Program SPBU Wajib Sediakan BBG Akan Diterapkan Bertahap

Kompas.com - 13/04/2017, 17:15 WIB
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan mewajibkan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) untuk menyediakan satu dispenser khusus bahan bakar gas (BBG). Namun penerapan kewajiban ini akan dilakukan secara bertahap.

"Ini akan gradual. Misalnya, DKI dalam waktu enam bulan, Jabodetabek sembilan bulan, Jawa Barat 12 bulan, Jawa Bali 12 bulan, Sumatera 16 bulan. Ini lagi didaftar semua. Akhirnya semua SPBU akan punya satu nozzel BBG," kata Menteri ESDM Ignasius Jonan, di Jakarta, Kamis (13/4/2017).

(Baca: SPBU akan Diwajibkan Sediakan BBG)

Kebijakan untuk mendorong pemanfaatan gas bumi tersebut akan diprioritaskan awalnya di wilayah DKI Jakarta.

Jonan mengatakan, kewajiban SPBU menyediakan dispenser BBG tidak hanya berlaku untuk Pertamina ataupun distributor swasta, melainkan juga pengusaha SPBU asing.

"Nanti harga gasnya berapa akan dihitung lagi," kata mantan Menteri Perhubungan itu.

Menurut Jonan, mestinya harga BBG lebih rendah dibandingkan harga bensin. Jonan menilai, kebijakan ini perlu dikeluarkan agar pemanfaatan gas bumi lebih akseleratif.

"Pemerintah sudah berusaha bertahun-tahun meningkatkan jumlah SPBG. Tetapi enggak berhasil. Faktanya juga enggak banyak. Kalau dihitung seIndonesia enggak ada 200," ungkapnya.

(Baca: Konsumsi BBG Indonesia Hanya 1 Persen dari BBM)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.