IHSG Pekan Ini Dibayangi Kebijakan Moneter di Asia dan Eropa

Kompas.com - 25/04/2017, 08:27 WIB
Pengunjung melihat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (13/3/2017). KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNGPengunjung melihat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (13/3/2017).
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Mengawali pekan terakhir April 2017, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan bergerak dalam rentang 5.540-5.700.

"Saham-saham yang dapat dicermati diantaranya MNCN, PGAS, GGRM, AISA, MEDC," kata analis dari Reliance Sekuritas Lanjar Nafi kepada Kompas.com, Selasa (25/4/2017).

Pergerakan IHSG akan cenderung terbatas pada perdagangan hari ini. Investor juga diperkirakan akan berada di area jenuh beli.

Menurut Lanjar, sentimen dari data ekonomi selanjutnya yang akan menyita perhatian investor diantaranya keputusan kebijakan moneter di Asia dan Eropa dalam bentuk instrumen suku bunga, beberapa data penjualan, serta tingkat inflasi.

"Pertumbuhan ekonomi atau PDB Amerika Serikat juga akan dirilis pada akhir pekan ini," ucap Lanjar.

Pekan lalu IHSG bergerak variatif cenderung tertekan di awal pekan. Paska-libur Pilkada DKI Jakarta putaran kedua, IHSG dibuka terkonsolidasi dengan sektor properti memimpin pelemahan.

"Namun, di akhir pekan IHSG ditutup menguat cukup signifikan seiring aksi beli investor yang sangat tinggi Rp 3,31 triliun," kata Lanjar.

Sementara itu, bursa Asia membuka pekan lalu juga dengan bergerak bervariasi. Naiknya kekhawatiran geopolitik membuat pemintaan asset haven dan mata uang meningkat. Sehingga sebagian bursa yang berkolerasi dengan kenaikan mata uang seperti indeks saham di Jepang tertekan hingga pertengahan pekan.

Indeks ekuitas Jepang rebound setelah spekulasi investor yang beranggapan pelemahan ekuitas Jepang telah mencapai titik jenuh. Namun menjelang akhir pekan, mayoritas bursa di Asia menguat seiring pelemahan dollar AS dan rebound harga minyak.

Beberapa data ekonomi pun menjadi pendorong diantaranya industrial productions naik ke level 7,6 persen dari 6,3 persen dan PDB China naik tipis secara tahunan di level 6,9 persen dari 6,8 persen.

Data ekonomi Jepang pun cukup baik dimana aktivitas ekspor berkontraksi terhadap ekspektasi di level 12,0 persen dari 11,3 persen, dengan ekspektasi awal turun 6,7 persen.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

1.400 Karyawan Undurkan Diri, Bank KB Bukopin: Dapat Pesangon, Asuransi, hingga Pelatihan

1.400 Karyawan Undurkan Diri, Bank KB Bukopin: Dapat Pesangon, Asuransi, hingga Pelatihan

Whats New
Syarat dan Cara Pengajuan Kartu Kredit BCA Terbaru

Syarat dan Cara Pengajuan Kartu Kredit BCA Terbaru

Spend Smart
Begini Kejelasan Nasib Honorer yang Tak Dipakai Lagi Mulai 2023

Begini Kejelasan Nasib Honorer yang Tak Dipakai Lagi Mulai 2023

Whats New
Apa Itu Virtual Account, Manfaat dan Cara Bayarnya dalam Transaksi Keuangan?

Apa Itu Virtual Account, Manfaat dan Cara Bayarnya dalam Transaksi Keuangan?

Spend Smart
Cara Top Up OVO lewat BNI Mobile, ATM, iBank Personal, dan Kartu Debit

Cara Top Up OVO lewat BNI Mobile, ATM, iBank Personal, dan Kartu Debit

Spend Smart
Tinjau Kesiapan Operasional Tol Trans Sumatera, Menteri PUPR Minta Jalan yang Rusak Tuntas April Tahun Ini

Tinjau Kesiapan Operasional Tol Trans Sumatera, Menteri PUPR Minta Jalan yang Rusak Tuntas April Tahun Ini

Whats New
Ingin Investasi Tanpa Riba? Sukuk Solusinya

Ingin Investasi Tanpa Riba? Sukuk Solusinya

Spend Smart
ASN Siap-siap Pindah ke IKN Nusantara, Jumlah yang Pindah hingga Rumah Dinasnya Masih Dibahas

ASN Siap-siap Pindah ke IKN Nusantara, Jumlah yang Pindah hingga Rumah Dinasnya Masih Dibahas

Whats New
Akhir Pekan Emas Antam Kembali Turun Rp 2.000, Ini Daftar Harganya

Akhir Pekan Emas Antam Kembali Turun Rp 2.000, Ini Daftar Harganya

Whats New
Cara Transfer ke Bank Lain Lewat BI Fast BSI dengan Biaya Rp 2.500

Cara Transfer ke Bank Lain Lewat BI Fast BSI dengan Biaya Rp 2.500

Spend Smart
Resolusi Awal Tahun, 10 Cara 'Financially Fit' dengan Atur Gaji Bulanan

Resolusi Awal Tahun, 10 Cara "Financially Fit" dengan Atur Gaji Bulanan

Work Smart
Jokowi Ralat Janjinya, Ongkos Ibu Kota Baru Kini Boleh Bebani APBN

Jokowi Ralat Janjinya, Ongkos Ibu Kota Baru Kini Boleh Bebani APBN

Whats New
7 Tanda Orang yang Jago Mengatur Uang, Kamu Termasuk?

7 Tanda Orang yang Jago Mengatur Uang, Kamu Termasuk?

Spend Smart
Produksi dan Penjualan Feronikel Antam Turun Tipis pada 2021

Produksi dan Penjualan Feronikel Antam Turun Tipis pada 2021

Whats New
Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Spend Smart
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.