Kompas.com - 03/05/2017, 06:00 WIB
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Ribuan karyawan dari PT Freeport Indonesia tengah melakukan aksi mogok kerja selama satu bulan terhitung mulai 1 Mei hingga 30 Mei 2017.

Aksi mogok kerja tersebut dilakukan untuk menuntut agar semua pekerja Freeport yang telah dirumahkan oleh manajemen untuk dapat kembali bekerja setelah izin ekspor diterbitkan pemerintah.

Juru Bicara PT Freeport Indonesia, Riza Pratama menegaskan, pihak perusahaan tidak menerima aksi mogok kerja yang dilakukan oleh karyawan lantaran tidak memiliki dasar hukum yang jelas.

"Menurut kami mogok mereka itu tidak ada alasan, tidak ada dasarnya," ujarnya saat dihubungi wartawan di Jakarta, Selasa (2/5/2017).

Menurutnya, aksi mogok tersebut tidak beralasan karena tuntutan karyawan soal manajemen yang merumahkan karyawan pada beberapa waktu lalu bukan menjadi bagian pembahasan manajemen dengan karyawan saat ini.

"Itu bukan program yang kita negosiasikan, karena program merumahkan karyawan itu merupakan strategi perusahaan, karena tidak ada kepastian jangka panjang," ujarnya.

Dengan itu, saat ini manajemen Freeport Indonesia tengah melakukan pendataan terkait berapa jumlah pekerja yang ikut melakukan aksi mogok kerja.

"(Mogok) Sudah mulai dari kemarin, sebelumnya juga sudah banyak yang absen, jadi itu sangat merugikan. Sebenarnya, mereka tidak sah melakukan itu, tidak ada dasarnya. Padahal saya selalu menginformasikan kepada mereka program efisiensi kita," jelasnya.

Sementara itu, Ketua Serikat Pekerja Bidang Kimia, Energi dan Pertambangan Cabang Kabupaten Mimika, Aser Gobai mengungkapka ada sekitar 8.000 pekerja yang siap melakukan mogok kerja. 

"Sudah berlaku sejak 1 Mei 2017 tidak ada aktivitas (mogok kerja), saya punya anggota," ungkap Aser.

Menurutnya, manajemen PT Freeport Indonesia diharapkan dapat mengambil kebijakan agar pekerja yang dirumahkan pada beberapa waktu lalu dapat kembali bekerja. Hal itu karena saat ini izin ekspor Freeport telah dikeluarkan.

"Lebih baik manajemen ambil kebijakan itu, (karyawan) bisa bekerja," ujarnya. 

(Baca: Ribuan Karyawan Freeport Mogok Kerja Sebulan)

Kompas TV Komentar pedas Menteri ESDM Ignasius Jonan ini keluar setelah pemerintah menganggap Freeport Indonesia mem-PHK karyawannya sebagai "taktik lama" untuk mengancam pemerintah.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Syarat dan Cara Mengajukan Kartu Kredit Mandiri lewat HP

Syarat dan Cara Mengajukan Kartu Kredit Mandiri lewat HP

Whats New
Segini Biaya Admin BRI yang Memicu Nasabah Robek Buku Tabungan hingga Viral

Segini Biaya Admin BRI yang Memicu Nasabah Robek Buku Tabungan hingga Viral

Whats New
Para Pemilik Holywings, Club Malam yang Promosinya Menuai Kontroversi

Para Pemilik Holywings, Club Malam yang Promosinya Menuai Kontroversi

Whats New
Cek Besaran Gaji Ke-13 PNS yang akan Cair Mulai 1 Juli 2022

Cek Besaran Gaji Ke-13 PNS yang akan Cair Mulai 1 Juli 2022

Whats New
Daftar PNS dan ASN yang Bakal Terima Gaji Ke-13 pada Juli 2022

Daftar PNS dan ASN yang Bakal Terima Gaji Ke-13 pada Juli 2022

Whats New
Apa Saja Akibatnya bila Seseorang Terkena Sanksi BI Checking?

Apa Saja Akibatnya bila Seseorang Terkena Sanksi BI Checking?

Spend Smart
Erick Thohir Perintahkan KAI 'Blacklist' Pelaku Pelecehan Seksual di KA dan Segera Proses Sanksi Hukumnya

Erick Thohir Perintahkan KAI "Blacklist" Pelaku Pelecehan Seksual di KA dan Segera Proses Sanksi Hukumnya

Whats New
Jembatan Gantung Kaca Pertama di Indonesia Ditargetkan Rampung September Mendatang

Jembatan Gantung Kaca Pertama di Indonesia Ditargetkan Rampung September Mendatang

Whats New
Ini Cara Beli Minyak Goreng Curah Pakai Aplikasi PeduliLindungi

Ini Cara Beli Minyak Goreng Curah Pakai Aplikasi PeduliLindungi

Whats New
Suguhkan Pencak Silat, Shopee Java in Paris Tuai Antusiasme Tinggi

Suguhkan Pencak Silat, Shopee Java in Paris Tuai Antusiasme Tinggi

Whats New
Pasar Persaingan Sempurna: Pengertian, Contoh, dan Ciri-cirinya

Pasar Persaingan Sempurna: Pengertian, Contoh, dan Ciri-cirinya

Spend Smart
Mudah, Begini Cara Transfer GoPay ke OVO dan Sebaliknya

Mudah, Begini Cara Transfer GoPay ke OVO dan Sebaliknya

Whats New
Seputar Tanah HGB, Pahami Aturan dan Jangka Waktu Hak Guna Bangunan

Seputar Tanah HGB, Pahami Aturan dan Jangka Waktu Hak Guna Bangunan

Earn Smart
Carsome Luncurkan Lembaga Pelatihan Carsome Academy dan Beri Beasiswa, Seperti Apa?

Carsome Luncurkan Lembaga Pelatihan Carsome Academy dan Beri Beasiswa, Seperti Apa?

Rilis
Pengamat: Degradasi Tanah Bisa Ancam Ketahanan Pangan

Pengamat: Degradasi Tanah Bisa Ancam Ketahanan Pangan

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.