Ini Sebab Koperasi Sering Disalahgunakan Jadi Lembaga Investasi Ilegal

Kompas.com - 04/05/2017, 17:30 WIB
Crisis center nasabah Pandawa Group di saung Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya. Nibras Nada NailufarCrisis center nasabah Pandawa Group di saung Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya.
Penulis Aprillia Ika
|
EditorAprillia Ika

NUSA DUA, KOMPAS.com - Muliaman D Hadad, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyoroti banyaknya lembaga koperasi yang kemudian menyebarkan sebuah produk keuangan dan ivestasi, yang tidak sesuai dengan azas pendirian koperasi tersebut.

Salah satu contoh koperasi yang kemudian disalahgunakan yakni pada kasus investasi bodong Pandawa Group. Menurut Muliaman Hadad, koperasi adalah lembaga dengan putaran operasionalnya yakni dari anggota untuk anggota. jadi kurang tepat jika koperasi meminta pendanaan untuk beroperasi.

"Koperasi tidak memiliki dewan pengawas sampai ke daerah-daerah. Mereka tidak memiliki tenaga untuk itu. Selama belum ada pengawas, maka investasi ilegal melalui koperasi akan tetap marak," kata dia, Kamis (4/5/2017).

Dia juga melihat pergerakan Kementerian Koperasi juga terbatas untuk membantu pencegahan investasi ilegal melalui skema koperasi tersebut.

"Dulu ada pembaharuan UU Koperasi yang kemudian dianulir di Mahkamah Konstitusi (MK). Di UU tersebut disebutkan bahwa koperasi harus punya dewan pengawas. Sehingga UU yang ada sekarang tidak cukup membentengi masyarakat dari kasus investasi bodong," papar dia.

Lantas, bagaimana peran OJK untuk membatasi pergerakan investasi bodong melalui koperasi? Meurut Muliaman Hadad, salah satunya dengan meningkatkan literasi keuangan, inklusi keuangan. Jika masyarakat teredukasi dengan baik, maka dengan sendirinya skema investasi bodong ini tidak akan laku.

"Selain itu, juga harus mengubah UU Koperasi. Regulasinya harus diubah," ujar dia.

Kompas TV Kasus penipuan berdalih investasi semakin marak terjadi. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pun angkat bicara dengan semakin menjamurnnya perusahaan berdalih investasi yang ternyata menimbulkan kerugian

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menkop UKM: G20 Berpotensi Hasilkan Nilai Konsumsi Rp 1,7 Triliun

Menkop UKM: G20 Berpotensi Hasilkan Nilai Konsumsi Rp 1,7 Triliun

Rilis
Indomaret: 1 Warga Hanya Boleh Beli 2 Pieces Minyak Goreng Rp 14.000/ Liter

Indomaret: 1 Warga Hanya Boleh Beli 2 Pieces Minyak Goreng Rp 14.000/ Liter

Spend Smart
7 Alasan Resign Kerja yang Baik

7 Alasan Resign Kerja yang Baik

Work Smart
[POPULER MONEY] Bisnis Es Doger Gibran Disuntik Rp 71 Miliar | Sanksi Jual Minyak Goreng di Atas Rp 14.000

[POPULER MONEY] Bisnis Es Doger Gibran Disuntik Rp 71 Miliar | Sanksi Jual Minyak Goreng di Atas Rp 14.000

Whats New
Asosiasi Sebut Stok Minyak Goreng Cukup untuk 2 Bulan, Selanjutnya?

Asosiasi Sebut Stok Minyak Goreng Cukup untuk 2 Bulan, Selanjutnya?

Whats New
Asosiasi Pengusaha Ritel: Kami Menyediakan Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter

Asosiasi Pengusaha Ritel: Kami Menyediakan Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter

Whats New
Kasus Omicron Terus Bertambah, Luhut: Kalau Masih Mau Hidup Silakan Ikuti Imbauan...

Kasus Omicron Terus Bertambah, Luhut: Kalau Masih Mau Hidup Silakan Ikuti Imbauan...

Whats New
Kredit Pintar Telah Salurkan Pinjaman Rp 23,8 Triliun Sejak 2017

Kredit Pintar Telah Salurkan Pinjaman Rp 23,8 Triliun Sejak 2017

Rilis
Menaker: Tenaga Kerja Perempuan di 4 Sektor Ini Bisa Kantongi Upah Tinggi

Menaker: Tenaga Kerja Perempuan di 4 Sektor Ini Bisa Kantongi Upah Tinggi

Whats New
Erick Thohir Bicara soal Subsidi Listrik, Soroti Adanya Mafia

Erick Thohir Bicara soal Subsidi Listrik, Soroti Adanya Mafia

Whats New
Terus Berinovasi, GoFood Pelopori Teknologi Robot Otomatis di Layanan Pesan Antar Makanan

Terus Berinovasi, GoFood Pelopori Teknologi Robot Otomatis di Layanan Pesan Antar Makanan

BrandzView
Nasabah CIMB Niaga Bisa Ubah Transaksi Kartu Kredit jadi Cicilan 0 Persen Lewat OCTO Mobile, Berikut Caranya

Nasabah CIMB Niaga Bisa Ubah Transaksi Kartu Kredit jadi Cicilan 0 Persen Lewat OCTO Mobile, Berikut Caranya

Spend Smart
Pemerintah Jamin Stok Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter, Aprindo: Warga Jangan 'Panic Buying'

Pemerintah Jamin Stok Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter, Aprindo: Warga Jangan "Panic Buying"

Whats New
Alfamart: Jangan 'Panic Buying' Minyak Goreng, Pemerintah Jamin Stoknya

Alfamart: Jangan "Panic Buying" Minyak Goreng, Pemerintah Jamin Stoknya

Whats New
Berjasa Tangani Pasien, Berapa Gaji Perawat?

Berjasa Tangani Pasien, Berapa Gaji Perawat?

Work Smart
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.