Trump Berencana Perluas Larangan Bawa Laptop pada Semua Penerbangan

Kompas.com - 20/05/2017, 19:30 WIB
|
EditorAprillia Ika

NEW YORK, KOMPAS.com - Pemerintah AS di bawah pimpinan Presiden Donald Trump berencana memperpanjang larangan membawa laptop ke dalam kabin untuk semua penerbangan ke AS dari manapun di dunia. Kebijakan ini dikhawatirkan bakal mengganggu tak hanya penumpang, namun juga maskapai.

Mengutip CNBC, Sabtu (20/5/2017), pejabat Departemen Keamanan Dalam Negeri AS yang bertemu dengan komisioner Uni Eropa di Brussels, Belgia pekan ini menyatakan, jika AS memperluas larangan membawa perangkat elektronik besar ke dalam kabin, Eropa tidak akan dikecualikan.

Larangan ini berlaku untuk semua penerbangan ke AS. Pejabat Uni Eropa dan AS kabarnya akan kembali menggelar pertemuan di Washington DC pada pekan depan. Mereka akan mendiskusikan praktik teknikal terkait larangan tersebut.

David Lapan, juru bicara Departemen Keamanan Dalam Negeri AS menyatakan, Menteri Keamanan Dalam Negeri AS John Kelly mempertimbangkan larangan membawa laptop ke dalam kabin untuk semua penerbangan dari seluruh dunia ke AS. Meskipun demikian, belum ada keputusan yang diambil terkait hal itu.

"Kami mempertimbangkan memperluas larangan yang saat ini diperuntukkan bagi Timur Tengah dan Afrika Utara. Ekspansi larangan itu dapat mencakup Eropa dan lokasi-lokasi lainnya," kata Lapan.

Dalam aturan larangan tersebut, penumpang dilarang membawa perangkat elektronik yang ukurannya lebih besar dari ponsel ke dalam kabin. Larangan ini sudah diterapkan pada sembilan maskapai penerbangan Timur Tengah yang melayani penerbangan ke AS.

Larangan tersebut diterbitkan sejalan dengan kekhawatiran bahwa Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) tengah mengembangkan bom yang bisa disembunyikan di dalam laptop. Kemudian, bom tersebut diledakkan di dalam kabin pesawat.

Maskapai-maskapai penerbangan khawatir akan dampak larangan membawa laptop tersebut. Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) mengestimasi perluasan larangan tersebut ke Eropa saja bisa berdampak pada kerugian senilai 1 miliar dollar AS. 

Kompas TV Presiden Amerika Serikat Donald Trump menandatangani revisi perintah eksekutif yang mengatur larangan perjalanan atau travel banned
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mulai Besok, Rute Perjalanan KRL Lintas Bekasi dan Bogor Berubah

Mulai Besok, Rute Perjalanan KRL Lintas Bekasi dan Bogor Berubah

Whats New
Luhut Bakal Audit Perusahaan Kelapa Sawit, Begini Respons Serikat Petani Sawit

Luhut Bakal Audit Perusahaan Kelapa Sawit, Begini Respons Serikat Petani Sawit

Whats New
Ada Aturan Baru Tata Kelola Minyak Goreng Curah, Ini Rinciannya

Ada Aturan Baru Tata Kelola Minyak Goreng Curah, Ini Rinciannya

Whats New
PPS Tinggal Sebulan, DJP: Lapor Harta Jangan Nunggu Akhir Bulan...

PPS Tinggal Sebulan, DJP: Lapor Harta Jangan Nunggu Akhir Bulan...

Whats New
Melesat 13,6 Persen, Berapa Uang Beredar di Indonesia Saat Ini?

Melesat 13,6 Persen, Berapa Uang Beredar di Indonesia Saat Ini?

Whats New
Menko Airlangga di WEF 2022 Singgung Pentingnya Pembiayaan untuk Ketahanan Kesehatan Global

Menko Airlangga di WEF 2022 Singgung Pentingnya Pembiayaan untuk Ketahanan Kesehatan Global

Whats New
CPNS Mengundurkan Diri Bisa Kena Denda, dari Puluhan Juta Rupiah Sampai Rp 100 Juta

CPNS Mengundurkan Diri Bisa Kena Denda, dari Puluhan Juta Rupiah Sampai Rp 100 Juta

Whats New
Mencermati Lonjakan Utang Indonesia ke China dari Tahun ke Tahun

Mencermati Lonjakan Utang Indonesia ke China dari Tahun ke Tahun

Whats New
Jelang KTT G20, PUPR Kebut Pekerjaan Penataaan Infrastruktur di Bali

Jelang KTT G20, PUPR Kebut Pekerjaan Penataaan Infrastruktur di Bali

Whats New
IHSG Menguat pada Sesi I Perdagangan, Saham BBNI, BBCA, dan BBRI Laris Diborong Asiang

IHSG Menguat pada Sesi I Perdagangan, Saham BBNI, BBCA, dan BBRI Laris Diborong Asiang

Whats New
IKN Dibangun Tahun Ini, Tim Komunikasi: Insya Allah on Schedule

IKN Dibangun Tahun Ini, Tim Komunikasi: Insya Allah on Schedule

Whats New
Jokowi Tekankan Kerja Sama Global Buat Mitigasi Bencana di Masa Depan

Jokowi Tekankan Kerja Sama Global Buat Mitigasi Bencana di Masa Depan

Whats New
Gandeng Prima, Nasabah Bank DKI Bisa Bertransaksi di Luar Negeri

Gandeng Prima, Nasabah Bank DKI Bisa Bertransaksi di Luar Negeri

Whats New
Hutan Terus Dibabat Demi Sawit, Ironinya Minyak Goreng Justru Mahal

Hutan Terus Dibabat Demi Sawit, Ironinya Minyak Goreng Justru Mahal

Whats New
Dalam Sepekan, JD.ID, LinkAja, dan Zenius Mem-PHK Karyawannya

Dalam Sepekan, JD.ID, LinkAja, dan Zenius Mem-PHK Karyawannya

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.