Kompas.com - 29/05/2017, 20:09 WIB
Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio di Jakarta, Rabu (22/2/2017). Iwan Supriyatna/Kompas.comDirektur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio di Jakarta, Rabu (22/2/2017).
|
EditorM Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi XI DPR RI menggelar rapat dengar pendapat (RDP) untuk memperoleh masukan mengenai calon anggota dewan komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) periode 2017-2022.

Salah satu yang hadir adalah Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio. Menurut Tito, ada baiknya jika calon pimpinan OJK berasal dari praktisi. Pasalnya, praktisi mengetahui gerak dan denyut jantung pasar.

Selain itu, berkaca dari banyak negara, pimpinan otoritas pengawas sektor jasa keuangan mayoritas berasal dari kalangan praktisi. Tito memberi contoh adalah Inggris yang dari 10 anggota pimpinan, 6 orang di antaranya adalah praktisi.

"Belanda 3 dari 4 orang adalah praktisi, Jerman 4 dari 5 adalah praktisi, Swiss, Korea Selatan mayoritas dari praktisi," kata Tito di Gedung DPR/MPR, Senin (29/5/2017).

Dapat disimpulkan, imbuh Tito, berkaca dari negara lain, mayoritas pimpinan otoritas sektor jasa keuangan berasal dari kalangan praktisi.

Selain itu, Tito juga menyoroti tata cara pemilihan pimpinan OJK di negara lain yang tidak memakai sistem lelang. Di Australia, Inggris, Jerman, dan Belanda, pimpinan lembaga tersebut diusulkan dan dipilih.

"Korea Selatan dinominasikan," jelas Tito. Menurut Tito, peran OJK sangatlah penting. Hal ini terkait upaya untuk menyeimbangkan industri keuangan ýang semakin terkonglomerasi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Produk-produk keuangan semakin beragam dan kompleks. Pengawasan jadi lebih terpadu dan terharmonisasi," ungkap Tito.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.