Afganistan Tawarkan RI Kerja Sama Industri Tekstil, Farmasi, dan Makanan

Kompas.com - 06/06/2017, 17:10 WIB
Menperin Airlangga Hartarto saat acara Indonesia Summit 2017 di Hotel Shangrila Jakarta, Kamis (20/4/2017). KOMPAS.com/PRAMDIA ARHANDO JULIANTOMenperin Airlangga Hartarto saat acara Indonesia Summit 2017 di Hotel Shangrila Jakarta, Kamis (20/4/2017).
|
EditorM Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com - Afganistan tengah berupaya meningkatkan hubungan dagang dan investasi dengan Indonesia.

"Ada beberapa komoditi yang mereka tertarik untuk segera dibahas. Misalnya tekstil, farmasi, building construction, dan makanan,” ujar Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto usai menerima kunjungan Duta Besar Afganistan untuk Indonesia Roya Rahmani di Kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta, Selasa (6/6/2017).

Untuk menindaklanjuti peluang kerja sama tersebut, Menperin menyatakan, delegasi Indonesia perlu datang ke Afganistan untuk melakukan dialog bisnis bilateral.

“Mereka juga telah menyampaikan undangan untuk pemerintah dan pelaku bisnis Indonesia bisa datang ke Kabul,” ujarnya.

Secara historis, Afganistan memiliki kedekatan khusus dengan Indonesia karena merupakan salah satu negara yang mengakui awal kedaulatan Republik Indonesia.

Kedua negara telah menjalin hubungan yang baik selama 62 tahun dan berperan aktif menyukseskan Konferensi Asia Afrika tahun 1955.

Menperin berharap, penguatan hubungan bilateral akan membawa pengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi masing-masing negara.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Dalam perdagangan antar negara, sejak tahun 2011 sampai 2015, walaupun terjadi fluktuasi, dapat tumbuh 3,83 persen rata-rata per tahun,” ungkap Airlangga.

Pada tahun 2015, total perdagangan kedua negara mencapai 36,5 juta dollar AS, bahkan pada 2014 mencatat capaian tertinggi sebesar 77 juta dollar AS.

Menperin pun memberikan apresiasi kepada kalangan pebisnis Afganistan yang telah berinvestasi di Indonesia dengan nilai mencapai 12,3 juta dollar AS tahun 2016.

Investasi tersebut, terdistribusi dominan di sektor industri kimia dan farmasi, sedangkan tahun sebelumnya lebih banyak di industri tekstil.

Merujuk data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), nilai investasi Afganistan di Indonesia pada periode 1 Januari 2010 hingga 30 Juni 2016 berada pada peringkat ke-34 daftar investor asing di Indonesia.

Nilai investasi Afganistan lebih besar daripada nilai investasi Selandia Baru, Norwegia, dan Arab Saudi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.