Angkutan Barang Dilarang Beroperasi H-4 Lebaran

Kompas.com - 07/06/2017, 13:00 WIB
Tim gabungan dari Dinas Perhubungan Kabupaten Semarang, Satlantas Polres Semarang, DPU, Satpol PP dan PT Trans Marga Jateng selaku BUJT Tol Semarang-Solo, Senin (5/6/2017) saat berada di jembatan lemahireng, ruas tol Ungaran-Bawen. kompas.com/ syahrul munirTim gabungan dari Dinas Perhubungan Kabupaten Semarang, Satlantas Polres Semarang, DPU, Satpol PP dan PT Trans Marga Jateng selaku BUJT Tol Semarang-Solo, Senin (5/6/2017) saat berada di jembatan lemahireng, ruas tol Ungaran-Bawen.
|
EditorAprillia Ika

UNGARAN, KOMPAS.COM - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Semarang meminta para pengusaha, terutama pengusaha ekspor-impor, logistik, dan ekspedisi untuk mematuhi surat edaran Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan RI tentang Pengaturan Lalu Lintas dan Pengaturan Kendaraan Angkutan Barang pada Masa Angkutan Lebaran Tahun 2017.

Kepala Dishub Kabupaten Semarang, Prayitno Sudaryanto mengatakan, surat edaran pembatasan operasional angkutan barang tersebut sudah dikirimkan kepada Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) dan perusahaan-perusahaan yang ada di Kabupaten Semarang.

"H-4 sampai H+3 Lebaran, angkutan barang dilarang beroperasi. Suratnya sudah kita sampaikan ke Apindo, Disnaker, dan perusahaan-perusahaan," kata Prayitno, Rabu (7/6/2017). Pihaknya meminta perusahaan maupun pengusaha angkutan barang agar menyesuaikan dengan kondisi tersebut.

Apabila hendak mengirimkan barang ke pelabuhan untuk ekspor, hendaknya dilakukan sebelum atau sesudah masa pembatasan operasional angkutan barang tersebut.

"Pembatasan ini tujuannya untuk mengantisipasi kemacetan saat arus mudik. Namun untuk kendaraan pengangkut BBM, sembako, ternak dan ekspedisi pos tetap boleh beroperasi," jelasnya.

Senada, Kasatlantas Polres Semarang, AKP Dwi Nugroho juga akan melakukan sosialisasi terkait pembatasan operasional angkutan barang selama arus mudik dan balik Lebaran tahun 2017.

Jika ditemukan ada angkutan barang yang masih beroperasi pada H-4 hingga H+3, maka akan dilakukan penindakan.

"Kami akan lihat dulu, ada tidaknya unsur kesengajaan. Mungkin H-4 masih ada dijalan karena ada masalah saat hendak mencapai tujuannya," kata Dwi.

Namun, jika didapati ada unsur kesengajaan saat H-4 hingga H+3 masih beroperasi di jalan, Dwi tidak segan-segan akan melakukan tindakan tegas.

"Bisa dilihat asal daerah truk tersebut. Jika ada kesengajaan, kita tindak mulai dari penilangan hingga dikandangkan hingga H+3," jelasnya.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

1.400 Karyawan Undurkan Diri, Bank KB Bukopin: Dapat Pesangon, Asuransi, hingga Pelatihan

1.400 Karyawan Undurkan Diri, Bank KB Bukopin: Dapat Pesangon, Asuransi, hingga Pelatihan

Whats New
Syarat dan Cara Pengajuan Kartu Kredit BCA Terbaru

Syarat dan Cara Pengajuan Kartu Kredit BCA Terbaru

Spend Smart
Begini Kejelasan Nasib Honorer yang Tak Dipakai Lagi Mulai 2023

Begini Kejelasan Nasib Honorer yang Tak Dipakai Lagi Mulai 2023

Whats New
Apa Itu Virtual Account, Manfaat dan Cara Bayarnya dalam Transaksi Keuangan?

Apa Itu Virtual Account, Manfaat dan Cara Bayarnya dalam Transaksi Keuangan?

Spend Smart
Cara Top Up OVO lewat BNI Mobile, ATM, iBank Personal, dan Kartu Debit

Cara Top Up OVO lewat BNI Mobile, ATM, iBank Personal, dan Kartu Debit

Spend Smart
Tinjau Kesiapan Operasional Tol Trans Sumatera, Menteri PUPR Minta Jalan yang Rusak Tuntas April Tahun Ini

Tinjau Kesiapan Operasional Tol Trans Sumatera, Menteri PUPR Minta Jalan yang Rusak Tuntas April Tahun Ini

Whats New
Ingin Investasi Tanpa Riba? Sukuk Solusinya

Ingin Investasi Tanpa Riba? Sukuk Solusinya

Spend Smart
ASN Siap-siap Pindah ke IKN Nusantara, Jumlah yang Pindah hingga Rumah Dinasnya Masih Dibahas

ASN Siap-siap Pindah ke IKN Nusantara, Jumlah yang Pindah hingga Rumah Dinasnya Masih Dibahas

Whats New
Akhir Pekan Emas Antam Kembali Turun Rp 2.000, Ini Daftar Harganya

Akhir Pekan Emas Antam Kembali Turun Rp 2.000, Ini Daftar Harganya

Whats New
Cara Transfer ke Bank Lain Lewat BI Fast BSI dengan Biaya Rp 2.500

Cara Transfer ke Bank Lain Lewat BI Fast BSI dengan Biaya Rp 2.500

Spend Smart
Resolusi Awal Tahun, 10 Cara 'Financially Fit' dengan Atur Gaji Bulanan

Resolusi Awal Tahun, 10 Cara "Financially Fit" dengan Atur Gaji Bulanan

Work Smart
Jokowi Ralat Janjinya, Ongkos Ibu Kota Baru Kini Boleh Bebani APBN

Jokowi Ralat Janjinya, Ongkos Ibu Kota Baru Kini Boleh Bebani APBN

Whats New
7 Tanda Orang yang Jago Mengatur Uang, Kamu Termasuk?

7 Tanda Orang yang Jago Mengatur Uang, Kamu Termasuk?

Spend Smart
Produksi dan Penjualan Feronikel Antam Turun Tipis pada 2021

Produksi dan Penjualan Feronikel Antam Turun Tipis pada 2021

Whats New
Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Spend Smart
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.