Kompas.com - 18/06/2017, 13:40 WIB
KPPU KPD Kota Medan bersama Tim I Satgas Pangan Provinsi Sumatera Utara melakukan sidak dalam rangka mengawasi perkembangan harga-harga pangan selama Ramadhan dan jelang Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriah, Jumat (16/6/2017) KOMPAS.com/Mei LeandhaKPPU KPD Kota Medan bersama Tim I Satgas Pangan Provinsi Sumatera Utara melakukan sidak dalam rangka mengawasi perkembangan harga-harga pangan selama Ramadhan dan jelang Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriah, Jumat (16/6/2017)
|
EditorAprillia Ika

MEDAN, KOMPAS.com - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Kantor Perwakilan Daerah (KPD) Kota Medan bersama Tim I (pertanian dan hortikultura) Satuan Tugas Pangan Provinsi Sumatera Utara diketuai Kompol Azmi dari Dirkrimsus Polda Sumut melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar tradisional Petisah, Peringgan dan Tanjung Rejo – Setia Budi.

Sidak rutin ini dalam rangka mengawasi perkembangan harga-harga pangan selama Ramadhan dan jelang Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriah.

Kepala KPPU KPD Medan Abdul Hakim Pasaribu mengatakan, satgas pangan secara umum berhasil mengendalikan 11 harga komoditas yang menjadi perhatian pemerintah.

Sebelumnya, harga barang kebutuhan pokok bergerak liar, dengan adanya sidak ke pasar-pasar tradisional maupun ritel modern harga dapat dikendalikan.

Abdul Hakim bilang, kasus kenaikan harga bawang putih Rp 60.000 per kilogram menjadi contohnya.

"Kami sidak ke gudang importir dan pedagang besar, dan khususnya KPPU, kami telah meningkatkan kasusnya ke tahap penyelidikan karena ada dugaan kartel antara importir bawang putih. Dengan adanya sidak, harga bawang putih di tingkat eceran bergerak turun Rp 40.000 per kilogram," kata Abdul Hakim, Jumat (16/06/2017).

Disinggung soal harga daging sapi, dia mengakui harganya relatif mahal yaitu Rp 120.000 per kilogram. Pihaknya mengkhawatirkan harga akan semakin naik menjelang H-2 Idul Fitri.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Untuk harga daging sapi, KPPU menyempatkan sidak khusus tadi dan menilai harga daging sapi perlu diantisipasi. Informasi dari pedagang, harga sudah naik dari agen sehingga pedagang terpaksa menaikkan harga jual," ungkapnya.

Dia bilang, tidak ada alasan untuk menaikan harga daging sapi karena stok mencukupi. Berdasarkan kajian dan penelitian KPPU sebelumnya, struktur pasar perdagangan daging sapi baik lokal maupun sapi bakalan impor dari Australia hanya dikuasi oleh beberapa pelaku usaha (oligopoly).

Struktur pasar ini berpotensi terjadinya perilaku-perilaku persaingan usaha yang tidak sehat yang berujung pada kinerja komoditas daging sapi yaitu harga.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.