Litbang Kompas: Oktober 2016-April 2017, Ada Kenaikan Pembayaran Listrik

Kompas.com - 21/06/2017, 15:00 WIB
Setiap pemilik rumah tentu menginginkan pencahayaan ideal dan suhu ruangan yang nyaman. Kedua hal itu bisa didapatkan dengan memanfaatkan alat elektronik. Namun, pemilik rumah juga harus rela membayar listrik dengan mahal. www.shutterstock.comSetiap pemilik rumah tentu menginginkan pencahayaan ideal dan suhu ruangan yang nyaman. Kedua hal itu bisa didapatkan dengan memanfaatkan alat elektronik. Namun, pemilik rumah juga harus rela membayar listrik dengan mahal.
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Keputusan pemerintah mencabut subsidi tarif dasar listrik (TDL) bagi rumah tangga berdaya 900 volt ampere (VA) menimbulkan adanya peningkatan pengeluaran untuk biaya listrik bagi kategori tersebut.

Litbang Kompas dalam surveinya terhadap 1.200 responden di 32 provinsi menunjukkan adanya kenaikan pengeluaran untuk rekening lisrik dalam kurun waktu enam bulan sejak Oktober 2016 hingga April 2017.

Sebagai informasi, keputusan pemerintah mencabut subsidi TDL rumah tangga berdaya 900 VA sudah dilakukan sejak 1 Januari 2017 silam.

Di dalam survei tersebut, Litbang Kompas menemukan bahwa pengeluaran rata-rata responden untuk biaya listrik adalah sebesar Rp 100.000 atau sekitar 69,6 persen dari total responden.

Namun, pada April 2017 angka rerata itu berkurang menjadi 42,2 persen. Itu artinya ada 57,8 persen responden yang membayar listrik di atas Rp 100.000 per bulan.

Padahal, enam bulan sebelumnya responden yang membayar listrik di atas Rp 100.000 hanya 30,4 persen.

Sementara itu berdasarkan penggunaan daya listriknya, rumah tangga pengguna listrik berdaya 450 VA dan 900 VA adalah kelompok yang pengeluaran listriknya bertambah.

Sebesar 61,1 persen rumah tangga dengan daya listrik 450 VA mengeluarkan biaya listrik hanya sampai Rp 50.000 per bulan pada Oktober 2016.

Berikutnya pada periode yang sama, 31,8 persen rumah tangga termasuk kelompok pengguna listrik 450 VA dan 900 VA membayar listriknya dalam rentang harga Rp 50.000 sampai Rp 100.000 per bulan.

Kemudian hanya sekitar tujuh persen dari kelompok tergolong miskin tersebut yang pengeluaran listriknya di atas Rp 100.000 per bulan.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Harga Minyak Dunia Bergejolak, Anggaran Subsidi Energi Bengkak Jadi Rp 443,6 Triliun

Harga Minyak Dunia Bergejolak, Anggaran Subsidi Energi Bengkak Jadi Rp 443,6 Triliun

Whats New
Punya Growth Mindset saat Bekerja, Pentingkah?

Punya Growth Mindset saat Bekerja, Pentingkah?

Work Smart
Polda Jatim Ringkus Mafia Pupuk dan Amankan 279,45 Ton Pupuk Subsidi, Mentan SYL Berikan Apresiasi

Polda Jatim Ringkus Mafia Pupuk dan Amankan 279,45 Ton Pupuk Subsidi, Mentan SYL Berikan Apresiasi

Rilis
IHSG Mulai Pulih, Simak Cara Mengatur Portofolio Investasi

IHSG Mulai Pulih, Simak Cara Mengatur Portofolio Investasi

Earn Smart
Diterpa Sentimen 'Sell in May and Go Away', Apakah IHSG Masih Menarik?

Diterpa Sentimen "Sell in May and Go Away", Apakah IHSG Masih Menarik?

Earn Smart
Kewirausahaan untuk Semua

Kewirausahaan untuk Semua

Smartpreneur
Wacana WFA bagi ASN, Menteri PAN-RB Tjahjo Kumolo Belum Setuju

Wacana WFA bagi ASN, Menteri PAN-RB Tjahjo Kumolo Belum Setuju

Whats New
Atasi Krisis Pangan, Bank Dunia Siap Gelontorkan Rp 441 Triliun

Atasi Krisis Pangan, Bank Dunia Siap Gelontorkan Rp 441 Triliun

Whats New
Subsidi Energi Membengkak, Belanja Negara Tahun Ini Dipatok Jadi Rp 3.106 Triliun

Subsidi Energi Membengkak, Belanja Negara Tahun Ini Dipatok Jadi Rp 3.106 Triliun

Whats New
E-Toll Bakal Diganti Sistem Pembayaran Tanpa Sentuh MLFF, Ini Tanggapan BCA

E-Toll Bakal Diganti Sistem Pembayaran Tanpa Sentuh MLFF, Ini Tanggapan BCA

Whats New
Pemerintah Ajukan Perubahan Postur APBN 2022, Begini Rinciannya

Pemerintah Ajukan Perubahan Postur APBN 2022, Begini Rinciannya

Whats New
Ini Upaya Super Indo jika Harga Daging dan Telur Mahal akibat Larangan Ekspor Gandum India

Ini Upaya Super Indo jika Harga Daging dan Telur Mahal akibat Larangan Ekspor Gandum India

Whats New
Hindari Perceraian Dini, Simak 5 Tips Kelola Keuangan bagi Pasangan Milenial

Hindari Perceraian Dini, Simak 5 Tips Kelola Keuangan bagi Pasangan Milenial

Spend Smart
Menteri PAN-RB kepada ASN: Jangan Memaki-maki Pemerintahan

Menteri PAN-RB kepada ASN: Jangan Memaki-maki Pemerintahan

Whats New
Pemerintah Usul Perubahan ICP, Subsidi BBM dkk Bertambah Rp 74,9 Triliun

Pemerintah Usul Perubahan ICP, Subsidi BBM dkk Bertambah Rp 74,9 Triliun

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.