Kompas.com - 23/06/2017, 16:36 WIB
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di acara diskusi di Galeri Nasional, Kamis (22/6/2017) Kompas.com/Robertus BelarminusMenteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di acara diskusi di Galeri Nasional, Kamis (22/6/2017)
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorMuhammad Fajar Marta

TANGERANG, KOMPAS.com - Di tengah arus mudik Lebaran dan geliat sektor angkutan udara, kabar tidak mengenakkan harus diterima masyarakat. Lagi dan lagi, seorang pilot ditangkap Badan Narkotika Nasional (BNN) lantaran kedapatan positif menggunakan narkoba, kali ini ganja sintetis jenis hashish.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi memastikan, pihaknya tidak akan tinggal diam dengan kasus yang terus terulang ini.

Tentu saja hal ini tidak bisa dibiarkan mengingat efek konsumsi narkoba bisa berpengaruh kepada keselamatan penerbangan.

"Saya pikir kami akan tetap (melakukan pemeriksaan secara) random," ujar Menhub di sela-sela tinjauannya ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta, Jumat (23/6/2017).

Meski begitu, Kemenhub akan mengintensifkan tes urine kepada pilot dan kru pesawat pada waktu-waktu tertentu. Misalnya pada waktu krusial seperti musim mudik Lebaran atau natal dan tahun baru.

Meski begitu, tes urin bisa saja diakukan di hari biasa. Namun waktunya akan dirahasiakan sehingga sifatnya dadakan.

"Sewaktu-waktu kami akan intensif, tidak akan ngomong. Jadi kami akan random tapi sewaktu-waktu akan kami lakukan secara detail," kata Menhub.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selama ini, tes urine kepada pilot dan kru pesawat selalu dilakukan secara berkala 6 bulan sekali di bandara. Namun pemeriksaannya hanya secara random atau tidak semua pilot dan kru pesawat.

Sebelumnya, Badan Narkotika Nasional Provinsi Nusa Tenggara Barat, menangkap seorang pilot Lion Air berinisial RS (30), warga negara India di Lombok, Rabu (21/6/2017) pukul 11.30 Wita.

Setelah dilakukan tes urine, RS terbukti mengkonsumsi narkoba jenis ganja sintetis dengan nama hashish. Barang haram itu disebut BNN memiliki pengaruh yang lebih kuat dibandingkan ganja biasa.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.