Menhub: Walau Dibatasi, Tarif Taksi Online Masih Lebih Murah 15 Persen

Kompas.com - 05/07/2017, 12:52 WIB
Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi saat ditemui di Komplek Parlemen DPR, Jakarta, Rabu (5/7/2017). KOMPAS.com/ACHMAD FAUZIMenteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi saat ditemui di Komplek Parlemen DPR, Jakarta, Rabu (5/7/2017).
Penulis Achmad Fauzi
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menyatakan tarif taksi online per kilometer yang ditetapkan Kemenhub masih lebih murah dibandingkan taksi konvensional.

Menurut dia, tarif taksi online lebih murah 15 persen dibandingkan taksi konvensional.

"Sebenarnya tarif yang baru taksi online itu lebih murah. Karena dia (taksi online) tidak ada tarif buka pintu, jadi lebih murah bisa 15 persen. Taksi online masih punya keuntungan, dia masih fleksibel," ujar Budi Karya saat ditemui di Komplek Parlemen DPR, Jakarta, Rabu (5/7/2017).

Mantan Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) ini menuturkan, ditetapkannya tarif batas atas dan bawah agar perusahaan penyedia aplikasi taksi online tidak saling bersaing tidak sehat terkait tarif.

Jika bersaing tarif dan salah satu perusahaan mendominasi, maka akan timbul monopoli. Sehingga hal ini akan mematikan bisnis perusahaan penyedia aplikasi taksi online lainnya. 

"Karena ada suatu kecendurangan operator bersaing untuk saling mematikan. Nah oleh karenanya, Kita lakukan kesetaraan. Agar ketiga operator tetap beroperasi dengan baik, dengan angka yang pantas dan bukan irrasional," jelas dia.

Budi Karya menambahkan, kebijakan penetapan tarif batas atas dan bawah taksi online ini tidak hanya mempertimbangkan kelangsungan bisnis perusahaan penyedia aplikasi taksi online, tetapi juga memikirkan keberlanjutan hidup dari sopir taksi online. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Karena ini (tarif batas atas dan bawah) memang melihat over all jangka panjang, bukan operatornya saja, tetapi juga memikirkan  supir taksinya. Dan bukan memikirkan kepentingan pelanggan jangka pendek tetapi pelanggan jangka panjang," pungkas dia.  

Sebelumnya, Kemenhub telah memberlakukan secara resmi Peraturan Menteri (PM) Perhubungan Nomor 26 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Angkitan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek yang berlaku per 1 Juli 2017.

Salah satu yang diatur yakni tarif batas atas dan bawah.  Adapun, penetapan tarif batas atas dan bawah pada taksi online dibagi dalam dua wilayah, yakni wilayah I mencakup Sumatera, Jawa dan Bali.

Sedangkan Wilayah II berlaku di daerah Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua.

Adapun, tarif batas bawah untuk wilayah I sebesar Rp 3.500 dan batas atasnya sebesar Rp 6.000 sedangkan untuk wilayah II tarif batas bawahnya sebesar Rp 3.700 dan batas atasnya sebesar Rp 6.500.

Kompas TV Menjajal Beda Harga Taksi Online dan Taksi Konvensional
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.